Pemerintah Kabupaten Situbondo Terima Pajak ABT dari PLTU Rp1 Miliar

Kepala BPPKAD Kabupaten Situbondo Hariyadi Tejo Laksono didampingi Kabid Pendataan Lutfi Zakaria saat menjelaskan tentang pajak ABT di ruang kerjanya. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Salah satu penopang pendapatan pajak yang diterima Pemkab Situbondo ternyata berasal dari PLTU Paiton Probolinggo. Ini karena, sebagian lahan yang dijadikan sumber pendapatan pajak air bawah tanah (ABT) itu masuk dalam wilayah Kabupaten Situbondo.

Nilainya pun cukup besar yakni PLTU Paiton Probolinggo menyetor sebesar Rp 1 miliar lebih per tahunnya. Kabarnya pajak air bawah tanah tersebut diperoleh dari penggunaan air yang dipasok dari wilayah Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo.

Informasi Bhirawa menyebutkan, saat ini ada dua saluran air bawah tanah yang dipasok ke PLTU Paiton. Yakni, pertama dari sumber mata air Kelontong dan sumber mata air Bendungan. Dari dua sumber mata air itulah, informasinya membantu dan menambah pundi-pundi PAD Pemkab Situbondo yang diterima selama ini. Diproyeksikan ke depan angka pajak ABT itu bisa terus mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD) Kabupaten Situbondo Hariyadi Tejo Laksono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendataan, Lutfi Zakariya, pembayaran pajak dilakukan setiap bulan. Adapun besaran pajak, ujar Lutfi, akan menghitung penggunaan air dengan menggunakan alat meteran. “Kami memang setiap bulan datang ke sana (PLTU) dalam rangka untuk menghitung meteran air,” aku Lutfi Zakariya, di ruang kerjanya.

Lutfi menuturkan, dari kedua sumber mata air tersebut pajak terbesar diperoleh dari sumber mata air Kelontong. Bayangkan saja, hingga September 2020 lalu, tercatat pajak yang sudah disetor sebesar 1,90 miiar. Sedangkan pajak dari sumber mata air Bendungan, sebut Lutfi, berada di kisaran angka Rp 16 juta lebih. “Kedua sumber mata air itu dipasok ke PLTU Paiton Probolinggo untuk penggerak turbin. Nah saat ini karena memasuki pembersihan alat sehingga untuk sementara waktu pasokan air dihentikan terlebih dahulu,” ujar Lutfi.

Jika angka itu kemudian dihitung secara rata-rata, sambung Lutfi Zakaria, maka pendapatan pajak air bawah tanah yang ada di PLTU Paiton Probolinggo bisa mencapai angka 100 jutaan setiap bulannya. “Ya lumayan besar setorannya,” pungkas Zakaria.[awi]

Tags: