Pemerintah Kabupaten Sumenep Berencana Buka Kembali Destinasi Wisata

Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sumenep.

Sumenep, Bhirawa
Sejak masa Pandemi Covid-19, Pemkab Sumenep menutup tiga objek wisata yang dikelolanya, yakni Pantai Slopeng di Kecamatan Dasuk, Pantai Lombang di Kecamatan Batang-batang dan Museum Keraton Sumenep di Kecamatan Kota. Di awal tahun 2021 ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Diabudparpora) Pemkab setempat berencana membuka kembali objek wisata tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Diabudparpora) Sumenep, Bambang Irianto melalui Kabid Pariwisata, Imam Buchori mengatakan, tahun ini berupaya untuk membuka objek wisata yang sudah lama ditutup tersebut.

Sebab, pengelolaan objek wisata tahun ini ditarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 575 juta. Naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya. “Saat ini kami sedang mempersiapkan pembukaan objek wisata. Destinasi wisata itu ada tiga yang kami kelola,” kata Kabid Pariwisata, Disparbudpora Sumenep, Imam Buchori, Selasa (23/2).

Ia menyatakan, untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2021 yang mencapai Rp 575 juta itu tidak bisa jika tetap ditutup. Mengingat, kondisi penyebaran Corona di Bumi Sumekar saat ini sudah mulai terkendali dengan berbagai upaya yang dilakukan Satgas Covid-19 dan pihak terkait lainnya.

“Tapi kami tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan keputusannya nanti tetap ada di Satgas. Kalau boleh, kami membukanya, tapi kalau tidak, ya mau bagaimana lagi. Tapi kami tetap berharap ada celah untuk dibukanya,” jelas Imam.

Lebih lanjut ia mengatakan, adanya program vaksinasi dari pemerintah itu kemungkinan akan ada pola pendekatan baru yang bisa diterapkan pada pengunjung wisata agar terhindar dari virus yang muncul pertama kali di Kota Wohan China itu. Pengelola pun akan tetap mematuhi peraturan kesehatan sebagaimana berlaku pada masa pandemi ini. “Sekarang siswa sekolah sudah masuk tatap muka. Apa tidak sebaiknya tempat wisata juga dibuka dengan momen tertentu agar perekonomian masyarakat juga bisa berkembang,” urainya.

Ia mengaku telah pernah mengajukan surat permohonan pembukaan objek wisata pada Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Tapi gugus tugas menyampaikan belum waktunya untuk dibuka. “Saat ini kami mencoba mengajukan kembali dengan harapan bisa diizinkan,” harapnya.[sul]

Tags: