Pemerintah Kota Batu Tangani Potensi Banjir Jalan Semeru

Selain pemasangan box culvert, Pemkot Batu juga membangun dua jembatan di Jl.Semeru yang telah dibongkar dan saat ini menggunakan jembatan sementara dari kayu.

Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota Batu merealisasikan penanganan potensi banjir yang selalu terjadi di kawasan Jl.Semeru Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu setiap kali turun hujan. Hal ini dilakukan dengan pemasangan box culvert di sisi timur badan jalan yang dihubungkan dengan sungai Kebo yang ada di sisi barat badan jalan.

Diketahui, setiap kali turun hujan sungai Kebo selalu meluap hingga menimbulkan banjir di kawasan tersebut. Pemasangan box culvert ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu melalui pihak ketiga. Dan ditargetkan proyek ini akan selesai pada akhir Juli mendatang.

“Pembangunan box culvert yang ada di sisi Timur Jalan Semeru merupakan tindak lanjut adanya banjir yang sering terjadi di lokasi tersebut. Dengan adanya box culvert di seberang Sungai Kebo nantinya bisa membagi tangkapan air agar kawasan tersebut tidak lagi banjir,” ujar Kepala DPUPR Kota Batu, Himpun, Senin (8/6).

Untuk pemasangan box culvert ini, kata Himpun, pihaknya melakukan penggalian di sisi jalan sebelah simur dengan kedalaman sekitar 1 meter. Kemudian dipasang box culvert sepanjang 93 meter dengan ukuran 60 cm X 60 cm.
Himpun menambahkan, bahwa penyebab banjir di Jalan Semeru karena adanya pembangunan yang pesat di Kota Batu. Sehingga mengakibatkan lahan terbuka untuk serapan air ke tanah berkurang. Selain itu, banjir juga dipengaruhi oleh saluran atau lubang jembatan yang kecil berdiamater 1,5 meter dengan konstruksi gaya lama. Sehingga diperlukan perbaikan dengan melebarkan diameter agar air tidak tertahan.

“Untuk itu dalam proyek ini juga akan dilakukan pembangunan dua jembatan di atas Sungai Kebo yang sebelumnya telah dibongkar lebih dulu untuk mencegah banjir,”tambah Himpun.

Adapun untuk nilai kontrak penggarapan proyek box culvert dan jembatan ini sejumlah Rp423 juta dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pembangunan sebelumnya sejumlah Rp602 juta. Dan anggaran pembangunan tersebut diambilkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2020. [nas]

Tags: