Pemerintah Provinsi Jawa Timur Kembali Lampaui Target Sikomandan

Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr drh Iswahyudi MP mewakili Kadisnak Jatim, saat memaparkan terkait pelaksanaan program Sikomandan yang mendukung Intan Selaksa di Jatim.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Jatim kembali lampau target dalam pelaksanaan Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri). Sebelumnya, di Provinsi Jatim pada tahun 2020, mendapatkan target dari Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inseminasi buatan (kawin suntik) sebanyak 1.867.000 akseptor dengan target kelahiran 1.200.000 ekor.

Tetapi, adanya wabah Pandemi Covid-19 maka target tersebut dilakukan revisi menjadi inseminasi buatan (kawin suntik) sebanyak 1.212.400 akseptor dengan target kelahiran 748.884 ekor (terjadi penurunan target sebesar 35%).

Adapun realisasi sampai dengan tanggal 30 November 2020, Jatim telah mampu melaksanakan kawin suntik sebanyak 1.682.120 ekor dari total target revisi sebanyak 1.212.400 ekor (138%) dengan total penggunaan semen beku sebanyak 2.050.908 dosis.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh Wemmi Niamawati MMA melalui Kepala UPT Inseminasi Buatan, Dr dr Iswahyudi MP mengatakan, capaian kelahiran sapi hasil Sikomandan mendukung Intan Selaksa, sampai dengan 30 November 2020, di Jatim telah lahir sebanyak 1.027.034 ekor dari total target setelah revisi sebanyak 748.884 ekor (137%).

“Melihat capaian pelaksanaan kawin suntik periode 1 Januari hingga 30 November 2020, maka Jawa Timur optimis memperoleh capaian kelahiran sebanyak 1.100.000 ekor (146%) sampai dengan 31 Desember 2020,” kata Iswahyudi dalam dalam Rakor Akhir Pelaksanaan Sikomandan dan Intan Selaksa Tahun 2020 serta tindak lanjut Tahun 2021.

Dikatakannya, dengan Inseminasi Buatan (kawin suntik) program Sikomandan Mendukung Intan Selaksa ini, maka setiap tahunya Jatim akan mendapatkan revenue berupa pedet (anak sapi) umur 6 bulan hingga 1 tahun sebanyak 1.050.000 atau setara 7,8 triliun rupiah/tahun atau setara 31,2 triliun rupiah selama 4 tahun pelaksanaan Upsus Siwab dan Sikomandan di Jatim.

“Nilai 31,2 triliun rupiah ini merupakan bagian dari nilai tambah yang akan diterima oleh peternak, sehingga dengan kegiatan Upsus Siwab dan Sikomandan ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan secara nyata akan menurunkan angka kemiskinan masyarakat,” ujarnya.

Iswahyudi menyampaikan, kalau Disnak Jatim merasa bangga atas sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta para pelaku pembangunan peternakan di Jatim.

“Apresiasi juga disampaikan kepada petugas lapangan sebagai ujung tombak pelaksanaan Sikomandan menuju Intan Selaksa di Jatim yakni dokter hewan, sarjana peternakan, petugas inseminator dan petugas pemeriksa kebuntingan. Berkat kerja keras anda semua Jawa Timur mampu swasembada daging sapi pada khususnya dan protein hewani pada umumnya,” katanya. [rac]

Tags: