Pemkab Blitar Kembali Larang Gelar Resepsi Pernikahan

Krisna Yekti

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Kembali berstatus zona merah, masyarakat Kabupaten Blitar kembali tidak diperbolehkan gelar resepsi pernikahan pada awal tahun 2021.

Jubir Gugus Tugas Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan berdasarkan update dari Provinsi Jawa Timur peta sebaran wilayah di Kabupaten Blitar berubah menjadi zona merah.

“Artinya segala kegiatan yang melibatkan banyak orang akan dibatasi demi mengendalikan laju Covid-19 termasuk hajatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang,” kata Krisna Yekti.

Lanjut Krisna Yekti, hasil rapat koordinasi juga telah disepakati bahwa kegiatan resepsi pernikahan di Kabupaten Blitar sementara waktu juga tidak diperbolehkan.

“Sedangkan akad nikah tetap berjalan, namun penerapan protap Covid-19 harus dijalankan dengan baik
dan benar,” jelasnya.

Bahkan menurut keterangan Krisna Yekti, dari hasil kesepakatan ini akan segera diedarkan ke wilayah seperti Kecamatan, Kelurahan dan Desa supaya diteruskan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kami berharap warga masyarakat Kabupaten Blitar bisa lebih patuh dan disiplin terkait kebijakan ini, karena situasi kondisi terkini penambahan pasien positif Covid-19 terus merangkak naik setiap harinya,” ujarnya.

Tambah Krisna, apabila masih saja ditemukan masyarakat yang menggelar hajatan pernikahan secara diam-diam, maka nantinya akan ditindak secara tegas oleh petugas terkait. Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar terus menjalankan pola 3 M.

“Yakni selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai pencegahan dini agar kita terhindar dari penularan Covid-19,” imbuhnya.

Sementara perlu diketahui berdasarkan Data Situasi Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar tanggal 6 Januari 2021, terdapat penambahan sebanyak 37 orang yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Sehingga kini jumlah total mencapai 2.160 kasus. Dan yang meninggal dunia ada ada penambahan 3 orang sehingga total mencapai 156 orang, yang kini menjalani isolasi mandiri ada 90 orang, isolasi di gedung sebanyak 60 orang dan menjalani isolasi di rumah sakit ada 97 orang. [htn]

Tags: