Pemkab Blitar Siapkan Dana Cadangan Bencana Senilai Rp5 Miliar

Tampak Bupati Blitar, Drs. Rijanto, MM saat melihat dan mengecek peralatan tanggap bencana di Kabupaten Blitar usai menggelar Apel Tanggap Bencana di Alon-Alon Kanigoro, Rabu (8/1). [Hartono/Bhirawa]

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Adanya status darurat bencana hydrometeorologi di Jawa Timur, Kabupaten Blitar yang termasuk daerah rawan bencana Pemkab Blitar menyiapkan dana cadangan sebesar Rp. 5 miliar.
Bupati Blitar, Drs. Rijanto, MM
mengatakan sesuai dengan aarahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur terkait kebencanaan, sesuai info BMKG Juanda Surabaya menyampaikan potensi cuaca ekstrem diperkirakan antara 6-12 Januari 2020.
“Karena Kabupaten Blitar sebagai salah satu wilayah yang berpotensi adanya curah hujan dengan intensitas tinggi, disertai kilat atau petir dan angin kencang yang bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi,” kata Bupati Rijanto dalam sambutannya pada Apel Bersama Siaga Bencana di Alon-Alon Kanigoro Kabupaten Blitar, Rabu(8/1).
Lanjut Rijanto, pihaknya juga meminta seluruh elemen untuk memahami daerah rawan bencana yang telah dipetakan oleh masing-masing wilayah, serta mengaktifkan kembali early warning system, lakukan persiapan dan pengecekan perlengkapan penanggulangan bencana serta selalu koordinasi yang intens diantara semua pihak. “Saya meminta semuanya mulai tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Desa/Kelurahan, untuk selalu siaga dan waspada,” ujarnya.
Selain itu dikatakan Bupati Rijanto, pihaknya juga berpesan pada masyarakat untuk waspada terhadap dampak bencana yang terjadi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Dimana seluruh elemen masyarakat termasuk relawan harus kompak mengantisipasi bencana dan ketika terjadi bencana. “Kami juga meminta masyarakat bisa memanfaatkan media sosial seperti grup whatsapp, jika terjadi bencana atau untuk bisa menghubungi hotline PUSDALOP BPBD Kabupaten Blitar di nomer 082231311717,” terangnya lagi.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito juga mengatakan terkait dana untuk penanganan bencana telah disiapkan dana cadangan sebesar Rp. 5 miliar dalam APBD 2020 ini. “Jika memang kurang dan kebutuhannya mendesak, akan ditambah lagi melalui APBD Perubahan,” pungkasnya.
Sementara perlu diketahui ada beberapa daerah rawan bencana di Kabupaten Blitar, seperti rawan bencana longsor di Kecamatan Garum, Nglegok, Gandusari, Doko, Wlingi, Kesamben, Selorejo, Bakung dan Wates. Kemudian rawan bencana banjir di Kecamatan Sutojayan dan Kademangan. Daerah rawan bencana Puting Beliung di Kecamatan Udanawu, Wonodadi, Srengat, Garum, Talun, Wlingi, Kesamben dan Selorejo. [htn]

Tags: