Pemkab Bojonegoro Tutup Galian C Ilegal di Malo

galain cBojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah resmi menutup empat lokasi penambangan galian C yang berupa tanah uruk atau pedel di Kecamatan Malo kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, lokasi-lokasi tersebut tidak mengantongi izin resmi dari dinas terkait. “Tambang galian C ini menyalahi ketentuan, karena menggunakan peralatan berat,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Tedjo Sukmono, Minggu (14/9).
Menurut Tedjo, penambangan di Malo menggunakan izin penambangan rakyat (IPR), sehingga tidak boleh memanfaatkan alat berat. Jika menggunakan bantuan alat, maka akan segera ditertibkan. Bukan hanya di Malo saja, namun di tempat-tempat lain juga patut diperhatikan.
Menanggapi persoalan itu, Kepala Satpol PP Bojonegoro, Kusbiyanto mengatakan, pihaknya telah meminta jajaran Muspika Malo untuk mengawasi empat lokasi tambang galian C yang ditutup tersebut. “Kami berkoordinasi dengan Muspika agar melakukan pengawasan secara intensif terhadap tambang galian C yang ditutup,” terangnya.
Kabar yang dihimpun dilapangan menyebutkan, setiap lokasi penambangan itu mampu mengirimkan tanah uruk ke proyek Blok Cepu minimal rata-rata 100 dump truk per hari. Pengambilan tanah merah dari kowari Desa/Kecamatan Malo untuk kegiatan EPC 5 di Desa Mojodelik dan sekitarnya telah berjalan sekitar tiga bulan.
Kondisi tersebut, belakangan meresahkan warga yang jalurnya dilintasi. Termasuk Desa/Kecamatan Malo dan Desa Talon, Kecamatan Kalitidu. Apalagi saat musim kemarau debu begitu banyak berterbangan dan mengganggu aktivitas. Juga lalu lalang kendaraan yang jumlahnya ratusan setiap hari. [bas]

Tags: