Pemkab Bondowoso Bantu Ringankan Beban Dua Warga Korban Kebakaran

Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin didampingi Kalaksa BPBD Dadan Kurniawan saat memberikan bantuan pada warga Dusun Klampok Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo yang rumahnya dilahap si jago merah. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Bupati Bondowoso , Drs KH Salwa Arifin turun langsung untuk membantu meringankan beban dua warga yang menjadi korban kebakaran rumahnya.

Adapun dua rumah warga yang mengalami musibah kebakaran itu yakni milik warga Dusun Klampok Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo dan milik warga Desa Walidono Kecamatan Prajekan.

Kedua rumah milik warga yang hangus terbakar akibat si jago merah itu, Pemerintah pun berkomitmen untuk membangun kembali rumah tersebut dengan program bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Atas kejadian tersebut, Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin didampingi Kalaksa BPBD Dadan Kurniawan, Kepala Dinas Perkim Heru Sucahyono, Kepala Dinas Sosial Anisatul Hamida dan Plt Kabag Kesra Abdul Mufid mendatangi lokasi tersebut, Kamis (23/9).

Bupati Salwa Arifin mengimbau kepada masyarakat agar untuk meningkatkan kewaspadaan pada saat musim kemarau seperti ini.

“Di musim kemarau ini. Kalau bakar sampah jangan sembarangan, takutnya api mudah menjalar. Tingkatkan kewaspadaan,” himbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Heru Sucahyono, mengatakan pihaknya akan membangun rumah korban kebakaran melalui program rumah akibat bencana.

Ia memperkirakan realisasi pembangunan akan dilakukan sekitar satu hingga dua bulan ke depan. “Setara RTLH dengan nilai Rp 17,5 juta,” katanya.

Sementara menurut pemilik rumah, Ahmad Kacong, kebakaran itu terjadi saat ia dan istrinya sedang nyelawat ke desa tetangga pada Rabu (22/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kebakaran diperkirakan terjadi karena korsleting listrik. Karena, ia memastikam saat kejadian tak ada yang membakar sampah atau memasak apa pun.

“Karena korsleting listrik. Kabel yang kebakar pertama, karena apinya dari tengah langsung,” katanya.

Api bisa menjalar dengan cepat hingga membuat rumahnya rata dengan tanah karena, kata Ahmad, dinding rumahnya memang sebelumnya dari bambu.

Beruntung warga sekitar, sigap bahu membahu turut memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit. Sehingga, tak sampai menjalar ke rumah-rumah lainnya.

“Kalau kerugian ya perkiraannya sekitar Rp 52 juta,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, bantuan yang diberikan berasal dari BPBD Bondowoso, Dinas Sosial, Bank Jatim, Bagian Kesra Pemkab, serta Dinas Perkim. Seperti diantaranya, sembako, sandang, peralatan dapur dan lain sebagainya. [san]

Tags: