Pemkab dan Mahasiswa Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan

Bupati Sidoarjo didampingi Rektor Umsida memberikan cinderamata kepada salah satu peserta seminar. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Program peningkatan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dibuat berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mangajak adanya sinergi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, saat menjadi key note speaker di seminar Kebijakan Publik yang bertajuk Eksistensi Mahasiswa Dalam Membangunan Sidoarjo. Menurut Bupati, para genarasi muda itu mengetahui permasalahan yang ada di Sidoarjo, baik itu dalam pembangunan fisik maupun sosial, tidak hanya demo saja, tapi tidak mengerti permasalahannya.
Bupati Saiful menjelaskan, para generasi muda itu harus diberikan pencerahan dan pemahaman terhadap berbagai permasalahan yang ada di Sidoarjo. Diantaranya persoalan luapan lumpur Lapindo dan pembiayaan pembangunan dengan sistem KPBU.
“Saya berharap para mahasiswa mendapatkan penjelasan dan solusi. Mahasiswa akan paham dan selanjutnya bisa menyampaikan kepada masyarakat dari hasil kajian ilmiah yang dibahas ini. Jadi tidak hanya demo saja, tapi tidak mengerti permasalahannya,” ujar Saiful Ilah.
Adapun pembahasan utamanya adalah tentang Kondisi Geologi dan Upaya Revitalisasi Kawasan Strategi Porong Pasca Bencana Luapan Lumpur dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan, yang diselenggarakan Akademisi Umsida dengan dihadiri para perwakilan mahasiswa peruguruan tinggi di Sidoarjo, pada Selasa (31/12) lalu.
Narasumber yang dihadirkan Kepala Dinas DPM PTSP (Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono yang akan membahas masalah KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dan Ketua Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Jawa Timur, Handoko Teguh Wibowo.
Ari Suryono memaparkan, mengenai Pemkab Sidoarjo memilih pembangunan RSUD Barat (Krian) menggunakan skema SPBU. Baginya dalam membangun sebuah RS tak hanya mendirikan fisik bangunan saja. Tetapi ada beberapa faktor lainnya harus juga dilakukan. Diantaranya peralatan kesehatan yang mendukung, serta keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dipenuhi secara bersamaan.
“Karena butuh percepatan pembangunan, maka melalui skema KPBU ini semua sarana dan prasarana RSUD Barat akan terpenuhi. Sehingga RS bisa dengan cepat dibangun dan dioperasikan. Tujuannya layanan kesehatan ke masyarakat akan cepat terlayani dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi juga menjelaskan, kalau sinergitas Pemkab dengan Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan, karena untuk memperkuat berbagai program pembangunan yang akan dijalankan sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat.
Melihat kondisi saat ini, akademisi sangat penting berkolaborasi dengan pemerintah dalam pembangunan, dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” jelas Hidayatulloh. [ach]

Tags: