Pemkab-Forkopimda Gelar Rakor Persiapan Pilkades Serentak 2021

Bupati Tantri pimpin rakor persiapan pilkades serentak 2021.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/1) petangdi Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.
Rakor yang dipimpin oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan Forkopimda ini diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo beserta pejabat OPD terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri menerima beberapa masukan dari anggota Forkopimda dan OPD yang terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo berkautan dengan Pilkades serentak 2021.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan bahwa Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa yang akan mencalonkan diri wajib menyertakan laporan aset desa baik benda bergerak maupun tidak bergerak beserta bukti fisik selama pengelolaan.
Selain itu, surat keterangan dari Inspektorat bahwa yanganjut mengurus telah memenuhi dan menindakli temuan laporan hasil pemeriksaan dan atau bebas tanggungan administrasi keuangan desa selama masa jabatannya, surat keterangan dari Camat bahwa yang menyatakan telah menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa akhir masa jabatan Bupati.
Selain itu harus memiliki surat keterangan dari Badan Keuangan Daerah bahwa yang menangani baik dalam koordinasi PBB desa pada masa jabatan pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan.
Seleksi tambahan bagi calon kepala desa yang lebih dari 5 (lima) orang dilakukan dengan menggunakan pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia. Dalam hal pembobotan masih ada lebih dari 5 (lima) orang calon ‘diadakan seleksi tes tulis.
Bakal calon kepala desa yang berasal dari luar desa yang diminta membawa dukungan jumlah dengan dibuktikan salinan foto KTP Elektronik sebanyak 5% dari jumlah pemilih yang terdaftar. Apabila calon kepala desa memperoleh suara terbanyak dari 1 (satu) orang, maka calon kepala desa terpilih berdasarkan pemilihan suara terbanyak pada TPS dengan jumlah DPT paling banyak.
Calon kepala desa memperoleh suara terbanyak dari 1 (satu) orang masih sama, maka calon kepala desa terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak pada TPS dengan Partisipasi pemilih paling banyak.
Selain itu, calon kepala desa memperoleh suara terbanyak dari 1 orang masih sama, maka calon kepala desa yang ditetapkan berdasarkan bobot nilai akhir. Calon kepala desa terpilih meninggal dunia, berhalangan tetap atau mengundurkan diri dengan alasan yang dapat dibenarkan sebelum pelantikan, maka calon terpilih dinyatakan gugur dan selanjutnya diadakan pemilihan ulang pada periode berikutnya.
Bupati Tantri menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan guna mengantisipasi menyebarnya virus Covid-19 dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. “Menciptakan situasi Pilkades Serentak ini berjalan dengan baik dan lancar, aman dan kondusif,” harapnya.(wap)

Tags: