Pemkab-Forkopimda Mojokerto Gelar Operasi Aman Nusa II Tanggap Bencana

Tampak dalam foto Pjs. Bupati Didampingi Dandim dan Kapolres sedang mengecek langsung berbagai peralatan dan anggota dalam menghadapi terjadinya bencana yang mungkin terjadi. [hasan amin/bhirawa]

Pemkab Mojokerto. Bhirawa
Wilayah Kabupaten Mojokerto yang yang terbagi menjadi 18 Kecamatan, terbagi menjadi 2 yakni utara sungai Brantas terdapat 4 Kecamatan terkenal dataran rendahnya dan selatan sungai Brantas terdapat 14 Kecamatan terkenal dengan dataraannya tinggi karena adanya bukit dan pengunungan.

Kedua wilayah ini rawan bencana, baik kebakaran lahan dan hutan, banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung.saat musim hujan datang.

Untuk itu menghadapi musim penghujan tahun 2020. Pjs. Bupati Mojokerto. Himawan Estu Bagijo didukung penuh Dandim 0815 Mojokerto. Letkol. Inf. Dwi Mawan Sutanto dan Kapolres. AKBP. Dony Alexander bersinergi melakukan gelar operasi Aman Nusa II Tanggap Bencana tahun 2020.

Pada acara ini Pjs. Bupati Himawan didampingi Dandim dan Kapolres telah melakukan pengecekan terhadap berbagai peralatan kesiapan tanggap bencana alam

Kesiapan tanggap bencana meliputi pengecekan peralatan dapur umum tagana, team satuan tanggap bencana BPBD, peralatan bencana seperti perahu, mobil tanki, mobil damkar, peralatan kesehatan dari Tim PMI Kabupaten Mojokerto, dengan dibantu personil Satpol PP dan relawan.

Dandim 0815. Mojokerto. Dwi mawan Sutanto dalam keterangannya Sabtu (7/11), Mengatakan, bahwa di wilayah Kabupaten Mojokerto memang ada beberapa daerah yang rawan bencana seperti tanah longsor dan banjir. Yakni di wilayah Kecamatan Trawas, Pacet. Gondang dan Kecamatan Jatirejo dan Kutorejo.serta Dawarblandong. Mojoanyar.

Untuk itu Kami mendukung penuh antisipasi bencana guna meminimalisir terjadinya korban yang digelar Pemda.

Seperti yang kami lakukan dua hari sebelumnya saat di desa Sadar tengah dilanda banjir luapan sungai Sadar. Kami Kodim 0815 bersama Pemkab.dan segenap komponen masyarakat- BPBD. kerja bakti membersihkan sungai sadar dari enceng gondok dan sampah lainnya guna memperlancar aliran sungai. Jelas Dandim.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menyampaikan apresiasi, kepada seluruh personil dan stakeholder yang sudah bekerja mempersiapkan kesiapan tanggap bencana. Apalagi BMKG pusat sudah memberikan peringatan bencana tahunan yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir, longsor, angin kencang juga kebakaran hutan dan lahan. Menurut Dony, diperlukan rencana yang baik dalam penanganan bencana maupun pasca bencana.

“Bencana alam ini suatu waktu pasti akan berubah, maka rencana juga pasti berubah. Kita perlu melaksanakan review berdasarkan rencana kontijensi, melakukan latihan-latihan simulasi, agar rencana dapat berjalan baik. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita sekalian,” kata Kapolres

Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sudah menyiapkan berbagai keperluan. Mulai logistik, tim kesehatan hingga personil siaga.

“Climate change itu lingkupnya sudah luas. Kita juga menghadapi ancaman pemanasan global. Pergerakan lempeng, prakiraan cuaca, curah hujan, sekarang semuanya bisa dipantau. Namun, tetap tidak semudah itu. Artinya, dari kita yang harus tetap siaga. Kita juga sudah berpengalaman dari waktu ke waktu. Tim pun sangat ready dengan semua instrumen kelengkapan,” kata Pjs Bupati. [min]

Tags: