Pemkab Gresik Alihkan Anggaran Hewan Kurban untuk Penanganan Covid -19

Meski pandemik corona, penjualan hewan kurban tetap membludak dimana-mana. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Meski sebelumnya sudah dianggarkan, untuk hari raya idul qurban kali ini Pemkab Gresik tindak mengadakan pemotongan hewan kurban.

Anggaran untuk pembelian hewan kurban telah dialihkan untuk penanganan Covid -19 di Gresik yang tiap hari jumlahnya terus bertambah banyak. Sampai hari ini setidaknya sudah sekitar 1.500 orang lebih yang terpapar Covid-19.

Menurut Wafik, S.Sos, Kepala Bagian Kesra Pemkab Gresik, sebelumnnya, untuk pengadaan hewan kurban itu memang sudah dianggarkan melalui dana APBD. Jumlahnya bahkan mencapi ratusan juta.

“Kalau Rp500 juta lebih. Tapi angka pastinya lupa soalnya saya sudah di rumah. Yang jelas diatas angka itu,” kata Wafik via ponselnya, Kamis (23/7).

Anggaran sebesar itu rencananya untuk pembelian sapi dan kambing. Namun, berapa ekor untuk kambing dan sapi, Wafik kembali lupa. “Besok saja tak lihatkan datanya,” tuturnya. Namun setelah berulang kali dihubungi, ponselnya tidak aktif.

Ditambahkan Wafik, tidak hanya anggaran untuk pengadaan hewan kurban saja yang dialihkan. Tapi, banyak juga kegiatan- kegiatan lain dialihkan untuk penanganan pandemik corana, wabah yang membuat jutaan manusia gelisah itu.

Pengalihan anggaran itu kata Wafik, tidak hanya terjadi pada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dipimpinnya saja. Tapi juga terjadi pada semua OPD dijajaran Pemkab Gresik. Anggaran untuk mamin dan perjalanan dinas serta lainnya bahkan juga dihapus.

Wafik berharap pandemik corona segara berlalu. Sehingga semua sendi kehidupan bisa kembali normal. Dituturkan Wafik, pasca kematian Ambarwati, Staf Bagian Perlengkapan dan Hari Soerjono, Asisten II Pemkab Gresik belum lama ini pengawasan terhadap ASN semakin diperketat. Tidak sembarang orang bisa masuk. Kondisinya semakin miris.

“Sekarang nggak berani saya masuk ke Pemda. Mau masuk di pintu depan sudah dithermogun. Nanti didalam selain harus cuci tangan dan isi buku tamu, juga diperiksa lagi,” tutur salah seorang reporter TV enggan disebutkan identitasnya. [eri]

Tags: