Pemkab Gresik Ubah Mainset Gepeng Jadi Pengusaha

grobak dorongGresik, Bhirawa
Untuk mengubah mainset masyarakat eks Gepeng perkampungan Sekarsari Desa Sukomulyo, Kec Manyar, Pemkab Gresik memberikan bantuan 10  unit gerobak dorong. Bantuan diserahkan Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kab Gresik, Munir di Balai Desa Sukomulyo, Manyar, Gresik, Senin (15/12).
Para penerima ini memang berasal dari satu kawasan yaitu Sekarsari, Desa Sukomulyo, Manyar. Kawasan ini memang kawasan relokasi Gepeng oleh Pemprov Jatim tahun 1982 lalu. ”Dulunya tempat ini terdiri dari barak-barak. Kini ada sekitar 300 kepala keluarga yang hidup di perkampungan itu,” kata Kepala Desa Sukomulyo, Subianto.
Sejumlah penerima bantuan gerobak menyatakan rasa senang setelah menerima gerobak dorong gratis dari pemerintah. Mereka berjanji tak akan mengemis dan menggelandang lagi. Seperti disampaikan Sumirah (42). Perempuan ini mengatakan akan berjualan kupang lontong. ”Saya akan berjualan kupang lontong sesuai resep warisan orang tua saya,” kata perempuan yang menghidupi 12 orang anak itu.
Selain Sumirah, beberapa perempuan lain yang juga menerima gerobak dorong gratis ini mengatakan akan berjualan makanan. Ada yang menyatakan akan berjualan pentol, berjualan es jus, berjualan gorengan dan berjualan nasi. Mereka tampak optimis ingin merubah hidup lebih baik dan tak menjalani hidup di jalanan sebagai Gepeng. ”Semoga dengan gerobak dorong ini jualan saya semakin sukses,” ujar Siti Arofah (30) yang sudah memulai berjualan gorengan disekitar rumahnya.
Pihak Dinas Sosial Gresik yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan, Munir menyatakan kegiatan ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program pelatihan boga yang sudah dilaksanakan tahun 2013 lalu. Peserta pelatihan tataboga setahun yang lalu adalah para Gepeng yang dirazia di jalanan oleh Dinas Sosial Gresik.
Ketika disidik, rata-rata mereka menyatakan menjadi gelandangan dan pengemis karena terpaksa. ”Kalau saya tak boleh mengemis, sampean bisa tah memberi makan saya,” ujar Munir mengenang ketika memeriksa para Gepeng.
Tertantang oleh kenyataan keberadaan para gepeng itu, Munir yang merupakan orang lama di Dinas Sosial memulai program pengentasan para Gepeng dengan memberikan pelatihan tataboga pada tahun 2013.
Tak hanya melarang Gepeng mengemis, Dinas Sosial Gresik juga mengadakan pelatihan tataboga. Pelatihan ini diikuti 20 orang Gepeng hasil razia. Dari pelatihan yang diberikan, para eks Gepeng tertantang untuk memperbaiki kualitas hidup. ”Atas kesungguhan mereka ingin berubah, kami memfasilitasi dengan memberikan gerobak dorong gratis,” ungkap Munir.
Tolong anda serius bekerja, niscaya akan sukses. ”Sukses anda ini menjadi pertaruhan kami untuk program kami dalam mengentas anda dari kehidupan anda semula. Kalau anda sukses, maka tetangga anda yang lain juga akan ikut jejak anda. Sehingga cap kampung Gepeng untuk daerah Sekarsari akan hilang,” ujar Munir sebelum menyerahkan gerobak dorong. [eri]

Tags: