Pemkab Lamongan Atur Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Nataru 2024

Atur strategi dan bersinergi hadapi Inflasi jelang Nataru. [alimun hakim/bhirawa]

Lamongan, bhirawa.
Pemerintah Kabupaten Lamongan mengatur strategi husus dalam mengendalikan inflasi menjelang momen Natal dan Tahun Baru 2024.

Hal tersebut dibahas oleh Bupati Yuhronur Efendi bersama seluruh stakeholder pada High Level Meeting (HLM) di ruang Command Center Pemkab Lt. 3, Selasa (5/11).

Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat, Pemkab Lamongan gencar lakukan strategi jangka pendek dan jangka panjang. “Seluruh OPD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersinergi untuk melaksanakan strategi pengendalian inflasi di Kabupaten Lamongan. Selain itu kami juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi maupun pusat,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Level Meeting (HLM) siang ini.

Dari strategi jangka pendek diadakan operasi pasar murah sebanyak 20 kali hingga Desember 2023 (program dari Dinasperindag Kabupaten Lamongan) dan gerakan pasar murah sebanyak 2 kali hingga Desember 2023 (program Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Timur).

Tujuanya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan biaya pembelian masyarakat. Pada strategi jangka panjang ialah dengan menerapkan program menanam pekarangan terpadu atau “Gema Karangpadu”, yaitu pemberian bantuan bibit kepada kecamatan stunting serta pemberian bantuan bibit kepada 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan.

Program tersebut merupakan inisiatif dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan yang berkolaborasi dengan PKK Kabupaten Lamongan.

Pak Yes, Sapaan akrabnya menjelaskan adanya fluktuasi harga yang terjadi pada siklus menjelang Nataru 2024 didorong oleh kenaikan permintaan konsumsi sehingga akan berpengaruh juga akan ketersediaan bahan pangan.

“Upaya yang kita lakukan selain menekan inflasi juga menjaga ketersediaan bahan pangan dan stabilisasi harga,” jelas Pak Yes sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Pak Yes memaparkan inflasi di Jawa Timur menduduki angka 3,24% dan 2,56% untuk angka globlal. Di Kabupaten Lamongan sendiri terpantau melandai pada awal Desember 2023. Inflasi yang mendominasi Kabupaten Lamongan saat ini adalah pada komoditas holtikultura.

“Memang yang menjadi persoalan hingga saat ini adalah cabai. Harganya saat ini mencapai 67.500/Kg untuk cabai merah dan cabai rawit 81.375/kg. Cabai ini tidak ada substansinya jadi solusinya adalah penggencaran tanam,” terang Pak Yes.

Hadir sebagai narasumber Deputi Direktur Bank Indonesia Yayat Cadarajat menjelaskan bagwa faktornya yang melandasi adanya inflasi saat ini ialah fenomena El Nino. Adanya El Nino menjadikan beberapa komoditas holtikultura mengalami gagal panem sehingga pasokan menjadi terbatas.

“Berdasarkan prognosa Dinas Pertanian 2023, Kabupaten Lamongan akan mengalami defisit pada pasoka komoditas beras, aneka bawang, dan aneka cabai. Sehingga Lamongan diharapkan untuk melakukan manajerial. Mungkin bisa impor atau intra antar daerah untuk memenuhi kebutuhan beberapa komoditas tersebut,” tutur Yayat.

Diungkapkan oleh Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja stok beras di gudang beras Lamongan yang terletak di Karangkembang tahun 2023 adalah 1.650.000 Kg.

Upaya menekan inflasi pada beras, Bulog menyalurkan bantuan beras murahdi Kabupaten Lamongan mencapai 1.900.000 Kg pada tahun 2023. [aha.dre]

Tags: