Pemkab Lamongan Siapkan Puluhan Perajin Hadapi MEA

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Lamongan, Bhirawa
Pemkab Lamongan, Jawa Timur, menyiapkan sebanyak 68 perajin untuk menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan memberangkatnya studi banding ke Surabaya dan Madura.
Bupati Lamongan, Fadeli, mengharapkan dengan studi banding puluhan perajin bisa belajar pengemasan produk dan belajar bersama perajin lain dari seluruh Jatim di “Show Room” Dewa Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim di Surabaya.
Dalam menghadapi perdagangan bebas Asia Tenggara, kata Fadeli, sejumlah pengusaha dan perajin lokal dihadapkan pada lemahnya pengetahuan membuat pengemasan produk yang berkualitas, sehingga tidak mampu menaikkan nilai tambah barang produksinya.
Ia mengatakan, adanya MEA bisa memiliki implikasi luar biasa kepada pengusaha lokal bila tidak siap karena apabila pengusaha dan pengrajin lokal di Lamongan tidak siap, potensi daerah akan hilang digilas produk dari negara tetangga.
“Dengan adanya MEA, arus barang, jasa, investasi, dan modal bahkan tenaga kerja menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara,” katanya, Rabu (28/1).
Oleh karena, fasilitasi pemkab dengan memberangkatkan studi banding sangat tepat, supaya produk usahanya bisa bernilai dan berdaya saing tinggi.
“Karena selama ini pengusaha lokal di Lamongan, lemah dalam membuat packaging atau kemasannya, meski secara kualitas produknya sudah cukup bagus,” ucapnya.
Ia berharap, puluhan perajin asal Lamongan bisa belajar banyak, dan memberi nilai tambah pada produk yang dihasilkan, sehingga bisa bersaing. “Semoga nanti dapat belajar banyak dari hasil studi banding di Surabaya dan Madura,” pesan Fadeli saat didampingi Ketua Dekranasda Lamongan, Mahdumah. [yit,ant]

Tags: