Pemkab Malang Bakal Bangun PLTS di Singosari

Bupati Malang HM Sanusi. [cahyono/Bhirawa]

Pemkab Malang, Bhirawa
Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) sudah diperingati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pada beberapa hari lalu. Hal ini memberikan momentum tersendiri bagi pemerintah setempat, karena semakin mendorong masyarakat mengedepankan lingkungan. Sehingga Pemkab Malang berencana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS), yang nantinya akan dibangun di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

“Kami sudah bicarakan dengan stakeholder, seperti Komisi IV DPR RI dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang nantinya sampah dijadikan sebagai pembangkit listrik, dan PLTS tersebut program dari Pemerintah Pusat,” ujar Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (7/3), kepada Bhirawa.

Dia berharap agar program PLTS itu bisa segera terealisasikan, sehingga dorongan untuk mengajak masyarakat memiliki lingkungan bersih bisa berjalan maksimal.Menurutnya, sampah sendiri tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan kompos saja, namun gas methan hasil dari sampah juga bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, beberapa sampah juga memiliki nilai ekonomi tersendiri jika disetorkan ke bank sampah. Dan berdasarkan data Jambeck 2015, produksi sampah plastik dunia hampir 1,3 miliar ton tiap tahunnya, dan akan bertambah hingga 2, 2 miliar ton pada tahun 2025,

“Ini merupakan ancaman yang sangat serius khususnya bagi Indonesia yang mana Indonesia sendiri menempati urutan ke dua, negara dengan jumlah sampah plastik yang salah kelola terbesar di dunia setelah China yaitu sebesar 3.22 Million Metric Tons (MMT).

Oleh karena itu, tegas Sanusi, Pemkab Malang akan menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif, yakni membangun PLTS di wilayah Kecamatan Singosari. Dan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, Kecamatan Kepanjen, kini sudah memproduksi gas methan, Sedsangkan gas methan tersebut bisa dimanfaatkan warga di Dusun Kasin, Desa Talangagung sebagai energi untuk keperluan masak memasak bagi ibu rumah tangga,

“Kini tercatat tekanan produksi gas methan masih cukup besar, yakni mencapai angka 9 meter kubik (m3) per jamnya selama 24 jam nonstop. Sedangka gas metan ini, sudah terdistribusi pada 400 rumah atau sebesar 60 persen dari jumlah Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kasin,” tambah dia.

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Diah Eka Supiana mengatakan, jika di Kabupaten Malang sendiri memiliki 365 bank sampah dan tersebar di seluruh kecamatan. Selain bermanfaat bagi masyarakat, DLH sendiri juga terbantu dalam mengurangi residu di TPA, karena memang terjadi pemisahan di bank sampah. Dan tercatat pengurangan sampah baik dari bank sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) sejak Januari 2021 hingga saat ini menurun sebanyak 21,75 persen.[cyn]

Tags: