Pemkab Malang Tingkatkan Perbaikan Sanitasi

7-foto KAKI cyn-17-12-Foto pembangunan sanitasiKab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah serius dalam melakukan perbaikan di sektor air minum dan sanitasi. Sebab, sanitasi adalah salah satu pembangunan yang paling penting tidak hanya di wilayah Kabupaten Malang saja, tapi di seluruh Indonesia.
Demikian disampaikan, Bupati Malang H Rendra Kresna, Selasa (16/12) siang, saat melakukan kegiatan bakti desa di wilayah Kecamatan Kromengan. Menurutnya, jika air minum dan sanitasi buruk, maka hal itu tidak hanya masyarakat khususnya orang dewasa akan mengalami gangguan kesehatan, itu juga akan bisa menyebabkan kematian pada anak.
“Untuk itu, pihaknya dalam meningkatkan kesehatan pada masyarakat Kabupaten Malang, maka Pemkab Malang melakukan kerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID). Namun sebelumnya, pemkab juga pernah bekerjasama dengan Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH),  yang juga sama di sektor pembangunan sanitasi lingkungan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten  Malang, pada dua tahun lalu,” kata dia.
Ditegaskan, upaya perbaikan yang kita lakukan saat ini, yaitu salah satunya untuk meningkatkan aspek pelayanan air minum dan sanitasi untuk semua yang berkelanjutan. Sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia dan juga orang-orang berkebutuhan khusus. Dan secara otomatis jika air minum memiliki kualitas yang baik, serta sanitasi sesuai standar Internasional, hal tersebut juga akan memberikan perbaikan ekonomi pada masyarakat Kabupaten Malang.
Untuk mempercepat pelayanan masyarakat dalam sektor pembangunan air bersih dan sanitasi, jelas Rendra, maka kami telah mencoba mengidentifikasi permasalahan di sektor sanitasi, serta merumuskan perencanaan dan penganggaran.
Hal itu dilakukan agar langkah strategis pendanaan dan pelaksanaan dalam percepatan pembangunan sanitasi di Kabupaten Malang bisa sinergi dengan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA  AMPL). “Dan juga dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu kita juga melibatkan masyarakat, untuk bisa bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungannya,” paparnya.
Sementara itu, Deputy Director Environment Office at USAID Indonesia Aurelia Micko membenarkan, jika Pemkab Malang sama-sama kita ajak untuk meningkatkan kesehatan pada masyarakat Kabupaten Malang, yakni di sektor air minum dan sanitasi. Karena berdasarkan data USAID kurang lebih 100 ribu anak yang tersebar di seluruh dunia meninggal dunia, disebabkan terkena penyakit diare.
Disebutkan, ratusan ribu anak meninggal dunia akibat terkena diare, karena air minum yang mereka konsumsi kualitasnya sangat buruk. Dan ditambah lagi, dengan buruknya sanitasi, serta buruknya lingkungan di area rumah mereka.
“Untuk  mengantisipasi meningkatnya jumlah anak yang meninggal dunia akibat buruknya air minum dan sanitasi, maka USAID dan Pemkab Malang melakukan kerjasama untuk memberikan pelayanan masyarakat di sektor air minum dan samitasi,” kata Aurelia, yang fasih bahasa Indonesia. [cyn]

Keterangan Foto : Salah satu pembangunan sanitasi di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang dilakukan oleh IUWASH, pada tahun 2012 lalu. [cyn/bhirawa]

Tags: