Pemkab Perpanjang Home Learning

Komputerisasi di SMPN I Kraksaan memotifasi home learning. [wiwit agus pribadi]

Santri di Ponpes Genggong Dipulangkan Lebih Cepat
Probolinggo, Bhirawa
Pelaksanaan belajar di rumah atau home learning yang semula berakhir Hari Sabtu (28/3) lalu akhirnya diperpanjang, hingga adanya ketentuan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Maka Santri di Ponpes Genggong dipulangkan lebih cepat.
Hal ini sudah disampaikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo kepada para Kepala SD negeri/swasta, Kepala SMP negeri/swasta dan Kepala PKBM melalui surat Nomor 420/1971/426.101/2020, teranggal 24 Maret 2020 perihal Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Senin (30/3) mengungkapkan, home learning merupakan implementasi dari prinsip merdeka belajar, khususnya dalam menghadapi masa darurat bencana COVID-19, sehingga peserta didik dapat menghindari kontak langsung dengan orang lain.
“Home learning dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik dengan tanpa terbebani tuntutan, harus menuntaskan seluruh capaian kurikulum bagi kenaikan kelas maupun kelulusan,” katanya.
Menurut Rozi, home learning itu ada banyak caranya dan tidak harus online. Bisa penugasan yang dibuat jauh – jauh hari sebelumnya. Artinya bisa online dengan menggunakan laptop, tetapi juga bisa offline dimana tugasnya bisa dikirimkan by WhattsApp (WA).
“Tidak harus tugas – tugas untuk menuntaskan kurikulum juga, tetapi bisa juga pendidikan berbasis kecakapan hidup, misalnya bagaimana sih cara-cara untuk menghindari Virus Corona. Itu merupakan bagian dari home learning. Jadi home learning itu bukan libur, jadi anak-anak belajarnya di rumah tidak di sekolah,” jelasnya.
Rozi menerangkan, pada prinsipnya home learning itu bukan libur tetapi anak belajar di rumah. Belajar di rumah didampingi orang tua, bukan malah orang tua mengajak jalan – jalan anak atau orang tua membiarkan anak jalan – jalan. Itu prinsip dasar dari home learning.
“Materi home learning tidak harus berbasis materi yang ada di kurikulum, tetapi juga boleh home learning itu materinya pendidikan kecakapan dalam arti bagaimana anak itu memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup cara untuk mencegah atau menanggulangi Corona Virus Disease (Covid-19),” tegasnya.
Lebih lanjut, Rozi menegaskan, aktivitas dan tugas home learning dapat bervariasi antar peserta didik sesuai minat dan kondisi masing – masing, termasuk dengan mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. ”Bukti atau produk aktivitas belajar di rumah (home learning) diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif,” tuturnya.
Penyebaran Virus Corona juga disikapi serius beberapa pesantren di Kabupaten Probolinggo. Pesantren memulangkan santri lebih awal untuk mencegah penyebaran virus ini. Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Pajarakan misalnya, memulangkan ribuan santrinya mulai Sabtu 28/3/2020. Kebijakan itu dituangkan melalui surat amanah Nomor 0611/I.01-PZH/SE-4/III/2020 yang ditandatangani Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh PZH Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah dan Kepala Biro Kepesantrenan dr. Gus Muhammad Haris.
Berdasarkan surat amanah itu, santri putri dipulangkan sejak Sabtu (28/3) malam dan kembali ke pesantren pada awal Juni 2020. Sedangkan santri putra dipulangkan Minggu (29/3) malam dan kembali ke pesantren pada 2 Juni 2020.
Biro Kepesantrenan, dr Gus Muhammad Haris menjelaskan, kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan santri lebih awal diputuskan dalam rapat bersama segenap pengasuh dan kepala lembaga, Kamis (26/3) malam. ”Pemulangan lebih awal ini dilakukan sebagai salah satu langkah pesantren untuk mengantisipasi merebaknya Covid-19. Jadi, saya putuskan mulai Sabtu (28/3), santri libur. Mereka kembali sebelum haul KH Muhammad Hasan Genggong pada 11 Syawal atau Rabu 3/6,” ungapnya.
Gus Haris mengatakan, para santri tidak semata-mata pulang. Namun, santri diberi tugas oleh pesantren untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat di rumahnya tentang korona. Sebelumnya, kami lakukan lockdown di pesantren. Selain itu, para santri juga telah dibekali tentang antisipasi penyebaran virus ini. Seperti pembuantan hand sanitizer dan pembuatan disinfektan. Sehingga nanti bisa memberi edukasi kepada warga setempat.
Pemulangan santri lebih awal, menurutnya, memang berpengaruh bagi kegiatan belajar. Terhitung total ada 26 lembaga formal dan norfomal yang libur di ZH Genggong. Untuk mengatasi hal ini, pesantren melakukan ngaji dan pembelajaran online. Untuk pembelajaran kami menggunakan ngaji online dan kegiatan online untuk santri, lanjutnya.
Pemulangan santri lebih awal juga dilakukan Pesantren Nurul Jadid Paiton. Di sini, para santri akan dipulangkan Senin 6/4/2020. Seharusnya, mereka baru pulang Jumat 8/5/2020. Pemulangan ini dilakukan untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Lagipula waktunya juga sudah mendekati bulan Ramadan, ujar Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid Faizin Syamwil.
Sama seperti PZH Genggong, salah satu pesantren terbesar di Indonesia ini juga melakukan lockdown di area pesantren. Sedangkan dalam proses pemulangan santri, Nurul Jadid melakukan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Di antaranya, mengenakan masker, hand sanitizer, dan saling menjaga jarak. Titik penjemputan juga ditentukan oleh pihak pesantren terhadap santri yang dari luar kota. Selain itu, kontrol pengurus hingga santri sampai di titik penjemputan juga akan dilakukan. Hal ini dilakukan mengikuti protokoler pemulangan yang telah disepakati oleh pihak pesantren. [wap]

Rate this article!
Tags: