Pemkab Probolinggo Canangkan Gerakan Perbaikan Irigasi

6-FOTO KAKI wap-perbaikan irigasiPemkab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Dispertan) melakukan pencanangan gerakan perbaikan irigasi di Dusun Sumber Watu Desa Kaliacar Kecamatan Gading. Pencanangan ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi oleh Asisten Administrasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Budi Purwanto dan Komandan Kodim (Dandim) 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktorat Pembiayaan Sarana dan Prasarana Pertanian Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementrian Pertanian RI Mulyanto, Kepala Dispertan Mahbub Zunaidi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Nanang Trijoko Suhartono, para Camat dan Danramil se-Kabupaten Probolinggo.
Pencanangan perbaikan tersebut sasarannya pada jaringan irigasi yang terbangun dan terehabilitasinya jaringan irigasi tersier. Yaitu, meningkatnya produktivitas padi melalui penambahan serta meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) 0,5 % dan juga merupakan terbangunnya rasa memiliki bagi petani terhadap jaringan irigasi yang direhabilitasi.
Perbaikan jaringan irigasi ini dilakukan melalui bantuan dana UPSUS APBN 2015 dengan luas 2.900 Ha yang tersebar di 19 kecamatan se Kabupaten Probolinggo. Perbaikan ini dilakukan mulai akhir Januari hingga Maret 2015.
Kepala Dispertan Mahbub Zunaidi, Minggu (25/1) mengungkapkan pengembangan jaringan irigasi di Kabupaten Probolinggo dapat meningkatkan IP dan produksi padi sehingga dapat meningkatkan swasembada pangan dan kesejahteraan para petani.
“Melalui pengembangan jaringan irigasi tersier ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air, mengingat masih besarnya potensi pertanian khususnya tanaman pangan. Setidaknya perbaikan irigasi ini dapat memberikan kontribusi positif dengan meningkatkan hasil panen para petani,” ujarnya.
Sementara Asisten Administrasi Budi Purwanto mengungkapkan Pemkab Probolinggo memberikan perhatian penuh kepada pembangunan sektor pertanian, peningkatan produktifitas pertanian yang diikuti naiknya kesejahteraan petani tergambar dalam kegiatan-kegiatan SKPD terkait di Kabupaten Probolinggo.
“Tentunya upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani selain penerapan teknologi tanam, pemupukan berimbang juga tidak kalah pentingnya pemberdayaan petani melalui peningkatan kelembagaan yang melingkupinya,” ungkapnya.
Budi menegaskan, dalam upaya meningkatkan produksi pertanian, selain dari dana APBD tentunya juga diperlukan bantuan dari dana APBN. “Dengan bantuan tersebut diharapkan agar terjadi percepatan tanam, IP mengalami peningkatan minimal sebesar 50% serta produktivitas dapat tercapai minimal 0,3 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen),” terangnya.
Bahwa tahun 2011 angka produksi mencapai 309.069 ton dengan produktivitas 5,13 ton/ha, tahun 2012 angka produksi mencapai 316.423 ton dengan produktivitas 5,54 ton/ha, tahun 2013 angka produksi mencapai 329.390 ton dengan produktivitas 5,4 ton/ha dan tahun 2014 angka produksi mencapai 335.115 ton dengan produktivitas 5,4 ton/ha.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi guna mendukung program pemerintah sebagai daerah yang berswasembada pangan,” pungkasnya. [wap]

Keterangan Foto : Perbaikan irigasi di Dusun Sumber Watu Desa Kaliacar Kecamatan Gading.

Tags: