Pemkab Probolinggo Gelar Pelatihan Barista Pelaku UMKM Kopi

Pelatihan barista bagi pelaku UMKM kopi kabupaten Probolinggo.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan UMKM, koperasi dan kelompok strategis berupa pelatihan barista di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Kamis hingga Sabtu (2-4/12).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang dari unsur UMKM Kopi di Kabupaten Probolinggo. Selama 3 (tiga) hari mereka mendapatkan materi dari widyaiswara/instruktur dari Barista Probolinggo (Maju Lancar Gemilang), Dekopinda Kabupaten Probolinggo serta Asosiasi UKM Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan barista ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Habib Mahdi, Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Iva Chandraningtyas serta pengurus Dekopinda Kabupaten Probolinggo dan Asosiasi UKM Kabupaten Probolinggo.

Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Iva Chandraningtyas, Sabtu (4/12) mengungkapkan pelatihan ini diberikan untuk usaha mikro yang ada di Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini lebih pada ketrampilan barista untuk mendukung meningkatkan perekonomian yang terpuruk karena adanya pandemi Covid-19.

“Jadi berharap pelatihan ini nantinya bisa mendongkrak ekonomi khususnya di Kabupaten Probolinggo dengan ketrampilan yang sudah kami berikan. Sebab banyak sekali peserta yang akan mendirikann café atau menambah menu dari kantin dan rumah makan yang ada disini,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Habib Mahdi menyampaikan pelatihan barista ini merupakan sebuah pelatihan yang sangat mahal sekali. Jika mengadakan sendiri, maka minimal dibutuhkan biaya sekitar Rp 600 ribu untuk kelas yang biasa. Tetapi jika kelas atas biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.

“Oleh karena itulah harus disyukuri bisa mendapatkan pelatihan barista secara gratis karena difasilitasi oleh pemerintah. Minimal dari pelatihan barista ini bisa menyajikan untuk suami atau dirinya sendiri,” ungkapnya.

Habib Mahdi menerangkan sekarang eranya sudah cemerlang sehingga para pengusaha bisa bersaing dengan yang lain. Hal ini seiring dengan program dari Provinsi Jawa Timur yang sedang gencar para program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Selama masa pandemi Covid-19, semua pelaku usaha memang mengalami keterpurukan. Tetapi sekarang pelaku usaha sudah mulai bangkit dan sudah banyak yang berhasil,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini bertujuan menguatkan kembali jiwa entrepreneur (kewirausahaan) bagi UMKM di masa pandemi Covid-19, membangun inovasi untuk terus meningkatkan daya saing bagi UMKM di masa pandemi Covid-19 serta membangun mindset wirausaha inovatif, kreatif dan adaptif.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, UMKM adalah unsur pelaku ekonomi yang merasakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah terus menetapkan kebijakan-kebijakan strategis yang pro UMKM,” katanya.

Untuk mendukung program pemerintah pusat jelas Anung, Pemerintah Kabupaten Probolingo terus berupaya membangun mindset UMKM inovatif, kreatif dan adaptif.

“UMKM harus terus mengembangkan diri dengan upgrading skill, produk dan teknologi untuk meningkatkan daya saing dan menjadi UMKM yang tangguh,” terangnya.

Anung menjelaskan kopi bukan digunting, bukan hanya roasting. Kopi adalah citarasa (taste) dan kreatifitas. Kopi merupakan salah satu potensi besar di Kabupaten Probolinggo yang mulai tahun 2017 telah dikembangkan secara massif untuk dapat menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi dan percepatan peningkatan kesejahteraan.

“Bagaimana membangun kopi menjadi sebuah entitas bisnis yang kuat, hulu hilir kopi harus tertata dan menjadi ekosistem bisnis yang kuat dari, oleh dan untuk petani/UMKM kopi,” jelasnya.

Dalam pengembangan kopi tambah Anung, ada 4 unsur yag sangat berperan penting antara lain citarasa, inovasi, komunitas dan tempat. Menggabungkan atau memiliki 4 hal tersebut untuk menjadi suatu daya tarik utama merupakan kreatifitas dan adaptasi yang harus dilakukan.

“Kunci sukses UMKM saat ini adalah adaptif terhadap perkembangan tren dan terus berinovasi. Untuk itu UMKM harus bangkit bersama dan terus berinovasi serta kekinian,” tambahnya.(Wap)

Tags: