Pemkab Sidoarjo Tak Paksakan Bulan Juli Sekolah Gelar PTM

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sidoarjo, Drs Asrofi MM, PTM

Sidoarjo, Bhirawa
Sesuai agenda Pemkab Sidoarjo merencanakan akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di era new normal tahun 2021 ini kepada para siswa, pada pertengahan Bulan Juli mendatang.
Namun, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kab Sidoarjo, Drs M Asrofi MM, pihaknya tidak akan memaksakan apabila masih ada sekolah yang merasa masih belum siap melaksanakannya.
“Kami lebih mengutamakan kesehatannya. Jadi kalau masih ada sekolah yang masih belum siap PTM, tidak ada keharusan untuk menggelar,” komentar Asrofi, Kamis (10/6) kemarin.
Asrofi mengakui, semua lembaga sekolah di Kab Sidoarjo sudah selesai dilakukan Monev terkait kesiapan untuk PTM ini. Sehingga saat ini sejumlah sekolah, baik swasta maupun negeri sudah ada yang mulai melakukan simulasi PTM ini.
Meski nanti akan melaksanakan PTM, namun jumlah siswa yang masuk, maksimal hanya 50% saja. PTM di lingkungan pendidikan Sidoarjo mulai disimulasikan, karena pertimbangan sudah 1 tahun lebih tidak ada pendidikan secara langsung. Antara siswa dengan guru. Maupun hubungan emosional antara siswa dengan siswa.
Padahal pembelajaran di sekolah itu, menurutnya, tidak hanya sekedar menerima mata pelajaran saja. Namun siswa juga perlu mendapatkan pendidikan etika, karakteristik dan budi pekerti dari para pendidik.
“Semua sekolah sudah selesai kita Monev. Namun tetap kita utamakan kesehatannya. Jadi kalau masih ada pihak sekolah yang merasa masih belum siap melaksanakan PTM, kita tidak akan mengharuskan. Mereka masih bisa melaksanakan pembelajaran secara Daring,” paparnya.
Pelaksanaan PTM ini tujuannya untuk pembiasaan pendidikan sedikit demi sedikit pada era new normal atau tatanan kebiasaan baru kepada para siswa maupun guru. Sehingga tentu saja, saat masuk sekolah baik guru dan siswa wajib menjaga Protokol Kesehatan (Prokes). Seperti mencuci tangan dan memakai masker dan menjaga jarak.
Karena itu, bagi sekolah yang siap melaksnakan PTM nanti, apabila ada siswa yang lupa tidak membawa masker, menurut Asrofi, mereka bisa menerima masker dari sekolah. Pihak sekolah bisa mengambil dana BOS atau biaya operasional sekolah untuk penyediaan sarana Prokes itu.
Proses PTM di era new normal ini, kata Asrofi, tentu saja beda dengan PTM sebelum ada pandemi Covid 19. Pada PTM di era new normal, siswa masuk tidak 100%. Tetapi nanti akan digilir, yakni 25% sampai 50%. Pemberian jam pelajaran kepada siswa, juga ada pembatasan.
“Masih belum bisa 100% dan jam belajarnya hanya 2 jam saja. Selanjutnya akan dievaluasi,” tandasnya. [kus]

Tags: