Pemkab Sumenep Lakukan Penyesuaian Pekerjaan Proyek

asphal mixing plantSumenep, Bhirawa
Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membuat konsep baru guna penyesuaian terhadap seluruh pekerjaan proyek, baik bangunan maupun fasilitas umum (fasum) seperti perbaikan atau pelebaran jalan. Pasalnya, banyak pekerjaan jalan yang terhenti karena tidak ada pengiriman bahan asphal mixing plant (AMP) dari Surabaya. Lambatnya pengiriman bahan AMP itu lantaran adanya permintaan kenaikan harga dari  Rp1,1 juta, naik menjadi Rp1,4 juta perton.
Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Siddik menyatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi yang mencapai 30 persen lebih ini sangat mempengaruhi harga bahan-bahan pekerjaan proyek. Kondisi ini dipastikan berdampak pada pelaksanaan proyek di Sumenep.
“Harga bahan-bahan pekerjaan proyek dipastikan ikut naik, itu dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi, termasuk biaya kirim ke Sumenep, makanya kami akan melakukan penyesuaian,” kata Wabup Sumenep, Rabu (19/11).
Wabup memaparkan, Pemkab bakal mengumpulkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membuat konsep baru dengan menerbitkan adendum apakah nantinya ada sub pekerjaan yang dikurangi atau pekerjaan lainnya, tanpa harus mengurangi kwalitas pekerjaan proyek.
“Kwalitas pekerjaan hotmix jalan tidak boleh dikurangi, yang boleh dikurangi hanya volume panjangnya, misalnya dari 700 menjadi 500 meter. Kita bisa memberikan adendum, asalkan kwalitas pekerjaan proyek tetap dijaga,” terang Wabup.
Ia menegaskan, setelah konsep tersebut menjadi keputusan, pihaknya akan langsung menyerahkan kepada Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, kemudian bakal dikonsultasikan kepada BPKP.
“Nanti konsep penyesuaian pekerjaan proyek tersebut akan diumumkan kepada para rekanan, jika memang disetujui oleh Bupati dan BPKP. Kami lakukan ini agar proyek bisa selesai tepat waktu dan tidak berhenti ditengah jalan lantaran kenaikan harga BBM bersubsidi,” imbuhnya.
Hasil pantauan dilapangan, pekerjaan proyek untuk jalan hotmix seperti dilingkar barat sudah dilakukan 70 persen dari 700 meter. Tapi saat ini pekerjaan dihentikan akibat pasokan bahan dari Surabaya tersendat karena meminta kenaikan harga. Harga bahan asphal mixing plant (AMP) Rp1,1 juta, naik menjadi Rp1,4 juta perton.
“Semoga dalam 2-3 hari kedepan sudah ada solusi, sehingga pekerjaan proyek bisa dilaksanakan kembali dan selesai tepat waktu,” tukasnya. [sul]

Tags: