Pemkot Batu Beri Fasilitas Penyelamatan Hasil Panen Petani Buah dan Sayur

Dengan adanya fasilitas cold storage para petani sayur tidak perlu khawatir lagi saat hasil panennya berada dalam kondisi harga anjlok.

Kota Batu, Bhirawa
Sebagai salah satu sentra pertanian sayur dan buah, tak jarang Kota Batu memiliki hasil panen melimpah ketika terjadi panen raya. Untuk itu dibutuhkan tempat khusus untuk menampung hasil panen ini agar bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah membusuk. Dan penyediaan fasilitas ini akan dilaksanakan dalam program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Dalam upaya pemulihan ekonomi ini Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian (Dispertan) akan menyediakan dua tempat penyimpanan hasil panen petani dalam bentuk cold storage. Satu tempat akan ditempatkan di Desa Sumber Brantas, dan satu tempat lagi di Desa Pendem.

“Cold storage ini merupakan tempat yang dirancang khusus dengan ukuran suhu dingin sehingga dapat membuat hasil panen pertanian bisa bertahan lama. Pengadaan tempat ini bertujuan untuk mempertahankan kesegaran hasil pertanian,” ujar Kepala Dispertan Kota Batu, Sugeng Pramono, Senin (2/11).

Dengan pembangunan dua cold storage ini juga bertujuan untuk menyimpan hasil produk pertanian petani ketika harga rendah akibat panen raya. Ketika harga berangsur normal, hasil panen ini masih bisa dijual dalam keadaan masih segar.

Untuk pengadaan ini, Pemkot telah menyediakan anggaran sebesar Rp 10 miliar pada APBD 2021. Diharapkan program ini bisa dimasukkan dalam program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Jika hal ini bisa dilakukan maka dengan otomatis pembangunan cold storage bisa direalisasikan lebih cepat.

Terkait penentuan tempat, Sugeng menjelaskan bahwa pihaknya membuat metode ketersediaan tempat di bagian hulu dan bagian hilr. Desa Sumber Brantas merupakan bagian hulu Kota Batu yang sekaligus menjadi sentra pertanian di kota ini. Berbagai hasil pertanian dipanen di desa yang berada di ujung utara Kota Batu itu. Kemudian Desa Pendem Kecamatan Junrejo merupakan bagian hilir Kota Batu yang wilayahnya berada dekat dengan pasar sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kota Malang,” jelas Sugeng.

Di sisi lain, saat ini ada 10 program prioritas lain yang dicanangkan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Antara lain, revitalisasi pasar tradisional, revitalisasi GOR Ganesha, peningkatan pengembangan infrastruktur jalan, penataan kawasan paralayang berstandar internasional.

“Selain itu juga ada program pembangunan SDN Sumberbrantas dan SMPN 7 di Kecamatan Junrejo,”ujar Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Susetya Herawan. Namun 10 program prioritas ini mayoritas belum bisa di wujudkan di tahun anggaran 2020. Karena pada tahun depan program ini baru masuk tahap perencanaan detail engineering atau DED.[nas]

Tags: