Pemkot Batu Siapkan Beasiswa Peserta UN

Punjul Santoso

Punjul Santoso

Kota Batu, Bhirawa
Untuk memacu semangat para siswa dalam mengikuti Ujian Nasional (UN), Pemerintah Kota Batu telah mempersiapkan hadiah untuk para peserta ujian. Hadiah tersebut akan diberikan kepada peraih nilai UN terbaik di Kota Batu. Selain itu, Pemkot juga mempersiapkan anggaran untuk pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi yang berminat melanjutkan kuliah di jurusan pariwisata dan pertanian di Universitas Brawijaya.
“Kita memberikan beasiswa kuliah ke jurusan pariwisata dan pertanian, karena Batu adalah kota wisata yang berbasis pada pertanian. Dan untuk pemberian beasiswa ini, kita telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 124 juta. Asumsinya, anggaran itu untuk melunasi biaya kuliah yang diperkirakan mencapai Rp600.000 perbulannya,” ujar Wakil Wali Kota, Punjul Santoso, saat melakukan sidak pelaksanaan UN di beberapa sekolah bersama jajaran Muspida Kota Batu, Senin (14/4).
Kedatangan muspida ini dimanfaatkan pihak sekolah untuk meminta bantuan kepada Pemkot Batu dalam hal pembangunan sekolah. Nampaknya permintaan dari pihak sekolah itu mendapatkan respon dari pemerintah kota. “Ini sudah menjadi tanggung jawab pemkot, karena biaya pendidikan di Batu sudah gratis. Untuk investasi sekolah juga akan dibantu oleh pemkot dengan diambilkan dari anggaran APBD 1, APBD 2 ataupun APBN,”tambah Punjul.
Untuk itu, dalam sidak yang dilakukannnya  kemarin, Punjul juga menyempatkan diri untuk meninjau rencana pembangunan SMAN 2 Batu. Ikut serta dalam sidak wawalikota kali ini adalah Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres Batu, Kajari Batu, dan Dandim 0818. Adapun rute dari sidak  muspida kali ini adalah menuju Stadion Brantas untuk mendatangi SMAN 1 Batu, SMAN 2 Batu, MAN Bilingual Dadaprejo, MAN Malang 2 di Batu, dan dilanjutkan ke SMA Immanuel.
Dalam sidak tersebut, Muspida menemukan beberapa kejadian seputar pelaksanaan UN di Kota Batu. Yaitu, adanya seorang siswa SMAN 1 atas nama Febby Claudia Putri, nomor ujian 001-273-8 jurusan IPS  yang harus mengerjakan soal UN di RS Punten. Ia dinyatakan mengidap penyakit demam berdarah. Karena itu pula soal ujian harus dibawa ke RS dengan dikawal petugas Polres dan pendamping dari pihak Dindik.
Selain itu, seorang siswa dari SMKN 1 Batu juga sempat tidak bisa mengerjakan UNAS karena sakit saat ujian berlangsung. Akibatnya, siswa tersebut sempat dibawa ke RS Paru Kota Batu. Namun setelah mendapatkan perawatan medis, siswa tersebut bisa kembali ke sekolah melanjutkan mengikuti UN.
Sementara untuk mengamankan pelaksanaan UN kali ini, Polres Batu menerjunkan 48 orang petugas dengan ditambah 6 Perwira pengendali lapangan. Para polisi ini diberi tugas untuk mengamankan lokasi ujian yang ada di 24 titik ujian. “Sedangkan untuk  petugas yang diterjunkan di wilayah Kabupaten Malang yang wilayah hukumnya masuk Polres Batu ada sebanyak 7 titik ujian. Dari ketujuh titik ini diterjunkan 14 petugas dengan 3 Perwira pengendali lapangan,”ujar Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo.
Diketahui dalam pelaksanaan UN kali ini, diikuti oleh 2118 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 1024 siswa dari SMK, 770 dari SMA, dan 324 dari MA. Sedangkan untuk sekolah di Kabupten Malang yang wilayah hukumnya masuk Kota Batu, yaitu Kecamatan Ngantang, Pujon, Kasembon diikuti oleh 321 siswa. “Dari semua titik pelaksanaan UN, selama proses distribusi soal ujian aman tanpa kendala apapun. Semua soal juga terdistribusi lengkap,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Budi Santoso. [nas]

Tags: