Pemkot Batu Upayakan Eco Enzyme Dapat Legalitas Dalam Penyembuhan PMK

Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko, dan Wawali H Punjul Santoso melaksanakan Panen Serentak Eco Enzyme (EE) bertempat di Kebun Sumarno Desa Tulungrejo, Kamis (9/6).

Kota Batu,Bhirawa
Bertempat di Kebun Sumarno yang berkokasi di Desa Tulungrejo, Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko dan Wawali H Punjul Santoso melaksanakan Panen Serentak Eco Enzyme (EE), Kamis (9/6).

Di Kota Batu EE yang berbentuk cairan ini telah terbukti bisa menyembuhkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi. Karena itu Pemerintah Kota Batu berupaya mendapatkan legalitas agar EE bisa dijadikan obat reami untuk penyembuhan PMK di Jawa Timur.

Di Kota Batu, pembuatan cairan Eco Enzyme ini dilakukan oleh komunitas yang menamakan dirinya Relawan Eco Enzyme (REE). Dan REE ini telah melaksanakan aktivitas pembuatan EE sejak tahun 2020.

“Dari waktu ke waktu produksi Eco Enzyme ini terus mengalami peningkatan. Dan hari ini (kemarin), kita melaksanakan panen serentak Eco Enzyme se-Kota Batu dengan jumlah mencapai 7 ton,” ujar Gung Endah Tuti Rahayu, kordinator REE.

Ia menjelaskan bahwa cairan EE telah mampu menjadi obat penyakit manusia seperti pilek hingga sesak safas. Karena itu wanita watga Desa Mojorejo Kota Batu ini berinisiatif untuk memberikan EE kepada ternak sapi yang terkena PMK. Dan ternak yang diberi cairan EE, beberapa di antaranya telah mendapat kesembuhan dari PMK.

“Di antara yang sembuh dari PMK itu adalah ternak sapi milik Pak Su’aib. Dengan adanya bukti bahwa ada ternak sapi yang sembuh setelah diberi EE, maka cairan ini bisa dijadikan obat alternatif terhadap penanganan ternak sapi yang terjangkit PMK,” jelas Endah.

Namun, kendala muncul ketika sesuai Standart Operasional Procedure (SOP), dokter hewan yang menangani PMK tidak diperbolehkan menggunakan obat yang belum memiliki legalitas.

Dalam arahannya, Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa dalam pembuatan EE tidak ada bahan yang membahayakan. Karena itu ia akan segera menginstruksikan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) untuk menggandang akademisi untuk meneliti secara formal manfaat EE dalam penyembuhan PMK.

“Jika dalam kajian atau penelitian itu membuktikan bahws eco enzyme benar- benat bisa menyembuhkan PMK, saya akan segera melaporkannya ke ibu Gubernur agar keberadan ilmu tentang eco enzyme ini bisa ditularkan kepada para peternak lain sehingga bisa menjadi obat menyembuhkan PMK di Jawa Timur,” jelas Dewanti.

Ditambahkan Kepala DLH Kota Batu, Aris Setiawan bahwa Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran. EE merupakan cairan multi fungsi yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan peternakan.

“Mulai tahun 2020, pemerintah sudah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat untuk membuat Eco Enzyme, dan saat ini kita rasakan begitu banyak manfaat dari pengolahan sampah menjadi Eco Enzyme,” kata Aris.(nas.gat)

Tags: