Pemkot Libatkan Ponpes di Musrenbang Tematik

Wali Kota Hadi (duduk tengah) dalam Musrenbang Tematik. [wiwit agus pribadi]

Upaya Pemkot Menjaring Aspirasi Masyarakat Bagi IKM
Probolinggo, Bhirawa
Melibatkan 33 pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dan 10 Perangkat Daerah Kota Probolinggo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Pondok Pesantren RKPD Tahun 2022 di Orin Hall.
Menurut Kepala Bappeda Litbang, Tartib Goenawan, Minggu (14/3), harapannya agar kegiatan kali ini dapat menjadi sebuah forum untuk menyampaikan informasi, sharing, dan mengakomodir usulan dan saran dalam rangka perencanaan pembangunan Kota Probolinggo di tahun 2022.
Musrenbang tematik menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menampung aspirasi dari seluruh elemen masyarakat, untuk turut serta memberikan kontribusi dalam perencanaan pembangunan daerah. Forum ini juga menjadi salah satu upaya pengembangan Eco pesantren di Kota Probolinggo.
“Keterlibatan Ponpes menjadi upaya kongkrit pengembangan Eco Pesantren di Kota Probolinggo. Ke depannya akan diinisiasi menjadi role model sebagai salah satu khas Kota Probolinggo melalui sinkronisasi lintas lembaga,” ujar Tartib.
Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyatakan harapannya, agar ke depan Ponpes dapat berkembang menjadi sebuah pesantren yang lebih modern.
“Kami ingin mengubah citra pesantren yang selama ini dianggap ‘apa adanya’, sanitasinya masih kurang, menjadi lebih baik lagi. Di sini, pemerintah harus mampu mendorong agar Ponpes bisa lebih maju lagi,” tutur Habib Hadi.
Habib Hadi juga meminta secara khusus pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo untuk memberikan bimbingan, sehingga satu Ponpes dapat menghasilkan satu produk unggulan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melatih skill para santri.
Selaku narasumber, Kepala bidang Pengendalian Pencemaran Kemitraan Lingkungan Hidup (P2KLH) pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Suciati Ningsih menuturkan Eco pesantren menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan Eco city.
“Melalui eco pesantren, diharapkan Ponpes dapat menjadi lingkungan yang nyaman dan berkualitas, dimana penghuni pesantren diupayakan untuk dapat berperilaku ‘hijau’ dan mampu meningkatkan kreatifitas dengan program Satu Pesantren Satu Produk Unggulan,” tutur Suci.
Badan Perencanaan Pembangunaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo menggelar Musrenbang tematik bagi IKM yang diselenggarakan di salah satu rumah makan di kawasan Jl Panjaitan. Mengundang sekira 60 pelaku usaha dan perangkat daerah terkait, diantaranya adalah perajin batik, bordir, rajut, daur ulang dan makanan rengginang.
Musrenbang ini juga diharapkan dapat menggali usulan program dan kegiatan melalui Musrenbang Tematik bagi IKM. Mendukung upaya perencanaan pembangunan Kota Probolinggo tahun 2022, Musrenbang mengundang dua orang narasumber untuk memberikan materi diskusi terkait. Diantaranya dari Bappeda Litbang (prioritas dan arah kebijakan pembangunan Kota Probolinggo Tahun 2022) dan DKUPP (Peningkatan kualitas SDM Industri Kecil Menengah Kota Probolinggo dan program/kegiatan prioritas DKUPP 2022. [wap]

Tags: