Pemkot Madiun Alihkan Tempat Karantina di Stadion Wilis bagi Pemudik

Wali Kota Madiun, Maidi. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Semula Pemkot Madiun sudah menyiapkan Asrama Haji, Gedung Diklat, dan Guest House sebagai tempat isolasi atau karantina bagi mereka yang nekat pulang atau mudik.Tetapi karena ditemukannya satu orang warga terdeteksi reaktif dari klaster pemulangan santri Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, kini dipindah ke stadion Wilis dan tempat penampungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di jalan Srindik Kota Madiun.
“Karena Wisma Haji telah ditempati 20 tenaga kesehatan (nakes) dari luar daerah. Juga tempat Asrama Haji, Gedung Diklat, dan Guest House itu tampak memanjakan bagi mereka yang nekad mudik,”kata Wali Kota Madiun, Maidi memberikan alasan, kenapa tempat karantina bagi pemudik dipindahkan.
Dikatakan oleh Maidi, di tempat karantina di stadion wilis sekarang ini sudah dibuka dan disiapkan 200 tempat tidur.Tempat itu biasanya dipakan ruang ganti dan istirahat para pemain sepakbola. Ruangannya dipisahkan, ada kamar mandi tetapi mereka harus masak sendiri.“Yang jelas, karantima selama 14 hari dikunci tidak boleh keluar dari komplek stadion wilis tersebut,”jelasnya.
Sedang tempat karantina satunya di tempat penampungan ODGJ di jalan Srindik Kecamatan Manguharjo Kota Madiun .Sehingga, mereka mau tidak mau harus bertempat berdampingan dengan tempat penampungan ODGJ yang ada disana.“Yang jelas dua tempat karantina yang disiapkan Pemkot Madiun itu, tempatnya dinilai angker.Kalau mau mencoba di karantina berdampingan dengan penampungan ODGJ, ya silakana.Mau mencoba, Silakan.Kalau tidak mau, ya hendaknya warga tidak usah pulang kampung dulu,”tegas Wali Kota menejelaaskan.
Yang perlu dipertaikan lanjut Wali Kota, di tempat karantina itu, Pemkot Madiun tidak memperbolehkan bagi wanita hamil, lansia dan anak kecil. Demikian halnya, bagi pemudik yang bandel akan dijemput paksa oleh petugas yang telah disiapkan. “Silakan kalau mau karantina mandiri.Tetapi kalau kondisinya tidak memungkinkan, tetap kita jemput paksa untuk menempati karantina yang telah disiapkan Pemkot Madiun,”jelas Wali Kota Maidi.
Menurut orang nomor satu di Pemkot Madiun ini, dalam memerang penyebaran virus covid-19, pihaknya tetap menjaring bagi pendatang dari luar kota terutama yang dari daerah zona merah. Untuk itu, warga setempat juga ikut mewaspadai apabila ada tetangga atau saudaranya yang datang dari luar kota, segera melaporkan ke RT/RW atau laporkan saja ke Pos tiga Pilar di Kelurahan setempat.
Langkah itu, lanjut Wali Kota, sesuai instruksi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di tanah air. ‘’Sebenarnya, untuk Kota Madiun tidak mengkhawatirkan. Kota kita masih zero corona sampai saat ini. Tetapi jumlah ODR kita semakin hari semakin bertambah.Salah satunya, karena banyaknya yang pulang kampung.Makanya, kita siapkan tempat isolasi bagi mereka yang pulang itu,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi saat meninjau stadion wilis untuk tempat karantina bagi pemudik, pekan lalu.
Dalam hal ini, Wali Kota berharap tempat isolasi itu tidak pernah digunakan.Harapannya, warga Kota Madiun tidak pulang dulu lebaran kali ini atau sampai masa pandemik corona ini lewat.Larangan mudik tersebut bukan hanya di Kota Madiun.Tapi juga Pemerintah Pusat.
Karena itu, Wali Kota menghimbau warga Kota Madiun untuk tetap stay di daerah masing-masing dan lebih memperbanyak di dalam rumah.‘’Dengan tidak mudik, keluarga di rumah bisa tenang, pengendalian penyebaran virus yang dilakukan pemerintah juga bisa maksimal,’’ pungkasnya. [dar]

Tags: