Pemkot Madiun Siapkan Posko Logistik 24 Jam Stok 7 Ton Beras dan 400 Paket Isoman

Penanganan pandemi Covid-19 di Kota Madiun mendapat atensi dari berbagai pihak, salah satunya media nasional CNN Indonesia. Senin (26/7), Wali Kota Madiun Maidi memaparkan sejumlah strategi terkait penanganan pandemi covid-19. [sudarno/bhirawa]

Pemkot Madiun, Bhirawa
Pemkot Madiun setelah mendirikan rumah sakit lapangan (RSL) di Asrama Haji dan Rusunawa II, kini menyiapkan Posko Logistik 24 Jam dengan stok 7 ton beras dan 400 paket isoman. Terdiri dari 4 kilogram beras, 2 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan 2 bungkus mie instan.

“Itu belum bantuan-bantuan dari instansi dan perusahaan lainnya.Karena itu, saya memastikan tidak ada warga Kota Madiun yang kesulitan makan. Saya jaminannya,”kata Wali Kota Maidi menegaskan.

Dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19 dari Pemkot Madiun, berbagai program disampaikan, terutama terkait program PKL yang dilibatkan dalam membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Wali Kota menjelaskan, PKL yang dilibatkan sesuai dengan jumlah RT yang ada. Dengan kondisi Kota Madiun terbagi dalam 3 kecamatan, 27 kelurahan dan 1.025 RT.

“Semua pasien isoman di RT tersebut bisa terkaver. Pemkot Madiun memberikan paket bantuan bahan makanan sesuai dengan kebutuhan,”kata Wali Kota.

Kebutuhan itu, lanjutnya, mengacu dari jumlah warga yang isoman dan warga biasa yang membutuhkan seperti tukang becak, pengambil sampah dan keperluan jual-beli PKL itu sendiri. Sementara itu, PKL diperbolehkan berdagang menggunakan paket bantuan tersebut tetapi diberikan kewajiban untuk menyediakan konsumsi bagi yang isoman dan warga kurang mampu.

“Saat ini Pemkot Madiun juga mendistribusikan masker dan vitamin kepada Ketua RT untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan,” terangnya.

Tak hanya itu, wali kota juga mengatakan terkait bantuan, ada 13.042 warga yang terdata dalam DTKS. Dari jumlah tersebut, sudah ter-cover sepenuhnya. Mulai dari PKH, BPNT pusat, BPNT daerah, BST, dan bantuan lain. Pemkot juga masih menyiapkan Posko Logistik 24 Jam dengan stok 7 ton beras dan 400 paket isoman. Dan itu belum bantuan-bantuan dari instansi dan perusahaan.

“Karenanya, saya memastikan tidak ada warga Kota Madiun yang kesulitan makan. Saya jaminannya,” jelas Wali Kota.

Kesempatan terpisah, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan, Pemkot Madiun dalam penanganan covid-19 juga mendirikan dapaur umum di tingkat RT tersebut tidak hanya membuat warga yang isoman terbantu. Namun juga para pedagang kaki lima (PKL) maupun warung makan yang ada disekitar lingkungan. Pasalnya, dapur umum didirikan dengan memberdayakan mereka yang turut terdampak akibat pandemi Covid-19.

Menurut Wali Kota, di dalam dapur umum tersebut, seluruh bahan makanan disuplai oleh Pemkot Madiun. Termasuk modal bagi PKL. Mereka dipersilahkan menjual makanan di lingkungan RT-nya masing-masing, sekaligus bekerja sama dengan dasawisma memasakkan warga yang isoman. Dengan demikian, warga yang menjalani isolasi mandiri tidak lagi khawatir, sebab pemerintah hadir menjamin kebutuhan pangan agar tidak mengalami kesulitan.

“Apa untungnya PKL atau warung itu apa?.Dalam hal ini, kita beri modal sembako untuk warungnya. Silahkan dimasak dan dijual. Dan kita titip paket sendiri untuk dimasak dan diberikan kepada warga yang isoman,”kata Maidi mantan Sekda Kota Madiun itu menjelaskan.

Karena itu, Maidi berharap, upaya ini dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. “Dengan pola-pola seperti ini bisa merukunkan tetangga semuanya. Mengompakkan juga. Di mana ada warga isolasi ya kita bantu, butuhnya apa. Sehingga kerukunan ini tidak hanya sesaat,” tuturnya.

Dijelaskan oleh orang nomor satu di Kota Madiun ini, makanan yang dimasak di dapur umum tersebut tidak asal-asalan. Pihaknya melibatkan ahli gizi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) setempat. Dengan begitu gizi warga yang isoman terpenuhi untuk meningkatkan imun. “Saya sendiri sebagai Walikota tenang. Kalau warga itu kompak, rukun, yang sakit disengkuyung bareng kan senang,”jelasnya.

Masih menurut Wali kota, dalam pendirian dapaur umum di tingkat RT itu, bantuan yang diberikan bersumber dari bantuan-bantuan dari segala pihak. Obat dari Dinas Kesehatan-PPKB. Sebagian dari bantuan pihak luar dan CSR. Sebagian lainnya berasal dari Korpri hingga Baznas.

“Untuk air mineral kita cukupi dari PDAM. Pola-pola seperti ini, artinya pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujarnya seusai mengunjungi dapur umum di Kampung Tangguh di Kelurahan Pandean Kecamatan Taman sekaligus membagikan bantuan untuk warga isoman, Sabtu (24/7).

Tak hanya itu, Wali Kota juga mengatakan bahwa Ketua RT akan mendapatkan droping vitamin dan masker untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Mereka yang mulai merasa tidak enak badan bisa langsung mendapatkan vitamin sebagai pencegahan. Begitu juga yang tidak memiliki masker. Pemerintah, kata Wali Kota, terus menganjurkan pemakaian masker. Itu akan percuma kalau masyarakat tidak memiliki masker.

“RT sudah kita beri vitamin dan masker untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Mereka yang mulai merasa tidak enak badan bisa langsung mendapatkan vitamin sebagai pencegahan. Begitu juga yang tidak memiliki masker. Artinya dalam hal ini, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Pola-pola seperti ini harus kita optimalkan,”pungkas Wali Kota. [dar]

Tags: