Pemkot Memediasi UMKM Kota Batu untuk Membuka dan Ikut Pasar Digital

Suasana saat Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi ikut memediasi pertemuan UMKM- Tokopedia bertempat di Graha Pancasila gedung Balai Kota Batu, kemarin (1/2).

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu tak ingin keberadaan UMKM di kota ini tergerus dan hilang akibat pandemi Covid-19. Karena itu mereka bersama Asosiasi Pengusaha Kota Batu (APKB) berinisiatif mengajak para pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran di pasar online atau toko digital. Senin (1/2), bertempat di Graha Pancasila gedung Balai Kota Batu,
Pemkot mempertemukan sekaligus memediasi UMKM dengan penyedia marketing compaign atau promosi produk melalui online.”Hari ini kita undang Tokopedia untuk menjelaskan kepada para pelaku UMKM Kota Batu bagaimana cara menjual atau memasarkan produknya lewat toko digital,”ujar Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi yang ikut memediasi pertemuan UMKM- Tokopedia, kemarin (1/2).
Diketahui, semenjak pandemi banyak UMKM di Kota Batu yang mandeg akibat mengalami kesulitan pemasaran produknya. Beberapa di antara mereka sudah mempromosikan produknya namun masih secara offline dan masih dalam lingkup lokal saja.
“Dengan bekerja sama dengan Tokopedia ini, produk UMKM ini tidak hanya dipromosikan dan bisa dipasarkan secara nasional saja, tapi juga masuk pasar internasional,”jelas Dewanti. Diharapkan dengan langkah ini akan bisa mempertahankan perekonomian masyarakat bahkan meningkatkan daya penjualan mereka.
Dalam giat kemarin, pemkot sengaja mendatangkan pelaku UMKM yang telah memanfaatkan toko digital dala bisnisnya. Di antaranya, UMKM Mitra Petani yang menjual produk sayuran dan jambu kristal.
“Sejak terjadi pandemi, 7 ton jambu kristal kesulitan pemasaran. Akhirnya kami mengubah mindsite pemasaran kita dengan pasar digital. Jadi kita transformasikan pemasaran yang sebelumnya secara offline menjadi online. Untuk melakukan ini kita dibantu pihak perbankan,”ujar Ketua UMKM Mitra Petani, Hariyadi.
Hal senada juga dilakukan Grace Dyah, warga kelurahan Temas yang sebelumnya menjadi pedagang bakso. Namun sejak pandemi, dagangan baksonya gulung tikar dan beralih menjadi penjahit dan membuat masker.
“Dengan penjualan online ini, kita kami banyak mendapatkan pesanandan order dari banyak Daerah di Jawa Timur,”ujar Grace.
Iapun kini memberdayakan para ibu di Kelurahan Temas untuk membuat masker dengan mendirikan Dewi Sartika Convection. Namun ia mengaku bahwa usaha konveksi ini bukan miliknya, melainkan milik Warga Temas yang telah terdampak pandemi Covid-19.
Tak hanya itu, untuk meyakinkan para pelaku UMKM kemarin pemkot mempertemukan mereka dengan pucuk pimpinan Tokopedia yang dilakukan secara virtual. Telah dilakukan kesepakatan awal antara wali kota dengan Public Policy Govermen Relation (PPGR) Tokopedia, Emir Ryzan.
Ia berjanji setelah kondisi membaik akan berkunjung ke Batu untuk meningkatkan kerja sama dengan pemda ini. “Saya ingin tidak hanya apel yang dipasarkan, tapi juga produk varian olahannya, seperti kripik apel agar bisa dipasarkan ke Medan, Ambon, dan daerah lainnya,”ujar Emir. [nas]

Tags: