Pemkot Mojokerto Gelar Sosialisasi Standarisasi Industri dan Sertifikasi Halal UMKM Kuliner

Ning Ita saat memberikan wejangan kepada para peserta pelaku UMKM

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, bahwa PIRT dan sertifikasi halal adalah syarat wajib bagi produk kuliner. PIRTdan sertifikasi halal menjadi standar untuk dikonsumsi oleh masyarakat wisatawan dari luar.

Untuk itu apabila dilihat belum terdapat, hal tersebut berarti menunjukan legalitasnya belum terpenuhi. Dengan demikian maka, produk yang sudah ada PIRT dan sertifikasi halal akan menjadi prioritas. Demikian wanti wanti Wali Kota saat sosialisasi syandarisasi industri dan sertifikasi halal, di Pendopo Sabha Mandala Tama ( 23/11).

Adapun digelarnya kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi inkubasi wirausaha, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdangan Kota Mojokerto, dalam membekali para pelaku UKM.

Lebih lanjut Wali Kota menambahkan, bahwa produk yang sudah ada PIRT dan sertifikasi halal akan menjadi prioritas.

Sehingga kedepan, jika sentra kuliner yang ada di Sekarsari dan Rest Area Gunung Gedangan sudah dibuka akan bisa dikuasai oleh para pelaku UKM dari Kota Mojokerto, bukan diisi oleh produk-produk lain dari luar Kota Mojokerto.

Diakui Wali Kota bahwa Kota Mojokerto sangat minim daerah Industri berbeda dengan daerah lain disekitar.

Untuk itu para pelaku UKM sebagai penggerak ekonomi di Kota Mojokerto difasilitasi dengan pelatihan, pendampingan dan modal usaha.

Dan dengan kesuksesan para pelaku UKM di Kota Mojokerto menunjukkan bahwa ekonomi Kota Mojokerto bangkit terutama dengan adanya pandemi sejak setahun yang lalu.

Menutup pengarahannya Ning Ita menyampaikan terimakasih kepada para peserta yang telah bersungguh-sunguh dalam mengikuti pelatihan ini.

Dan ingat, bahwa kesuksesan itu bukan pemberian dari Allah tapi dilihat dari seberapa kuat ikhtiar yang dilakukan dalam menjemput kesuksesan yang telah dipersiapkan Allah.jelasnya. (min)

Tags: