Pemkot Pasang 16 TV Wall Balai RT/RW di Pesisir Surabaya

Pemkot Surabaya memasang sebanyak 16 televisi (TV Wall) di balai-balai RT/RW atau tempat berkumpulnya para nelayan di pesisir Kota Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya memasang sebanyak 16 televisi (TV Wall) di balai-balai RT/RW atau tempat berkumpulnya para nelayan di pesisir Kota Surabaya. Tujuannya agar para nelayan mendapat informasi keadaan cuaca, sebelum memutuskan untuk melaut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya, M. Fikser memastikan, dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya di wilayah pesisir Surabaya.
“Melalui TV Wall itu, para nelayan sudah bisa melihat langsung kondisi cuaca, kecepatan angin dan berbagai hal tentang kondisi saat ini,” katanya, Senin (13/1).
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah memasang enam papan informasi cuaca digital atau Weather Information Display (WID) di kawasan pesisir Surabaya.
Adapun tiga WID yang telah dipasang pada 2018 di Taman Suroboyo (Kelurahan Cumpat, Kecamatan Kedungcowek), Masjid Al Mabrur (Kelurahan Nambangan Perak, Kecamatan Kedungcowek) dan Tambat Labuh Sontoh (Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo).
Pada 2019, WID telah terpasang di Sentra Ikan Romokalisari (Jalan Romokalisari I, Benowo Kota Surabaya), Titik Kumpul Nelayan Tambak Wedi (Jalan Tambak Wedi, Kenjeran, Kota Surabaya), dan Titik Kumpul Nelayan Kalisari (Jalan Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya). “Berbagai hal telah dilakukan oleh pemkot. Harapannya, tidak ada musibah atau hal-hal yang terjadi pada saat musim hujan kali ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, Dishub rutin melakukan pembinaan kepada para nelayan. Dalam kegiatan ini, Pemkot Surabaya juga menggandeng BMKG, Basarnas dan Polairud untuk mengigatkan kepada nelayan tentang pentingnya alat-alat keselamatan, termasuk informasi cuaca sebelum melaut.
“Kita tahun ini memasang tambahan 3 lagi (WID), jadi ada 6 WID, yang diperuntukkan untuk nelayan sebelum melaut bisa terinfomasi, sehingga sebelum melaut mereka bisa memprediksi keadaan cuaca,” kata Irvan.
Irvan menjelaskan, data yang ditampilkan di WID itu, didapatkan dari BMKG Maritim Tanjung Perak. Data tersebut merupakan data realtime yang diupdate setiap harinya dan berisi beberapa informasi. Mulai dari suhu, kelembapan udara, cuaca, kecepatan dan arah angin, tinggi gelombang hingga jarak pandang.
“Ini semua terhubung ke SIUTS (Surabaya Integrated Urban Transport System) Joyoboyo, dan ke depan kita akan bekerjasama dengan BMKG untuk bisa terkoneksi dengan Early Warning System bila ada tsunami atau cuaca buruk lainnya, jadi kita sedang berkoordinasi untuk mengajukan,” katanya. [iib]

Tags: