Pemkot Probolinggo Ajukan Formasi CPNS Guru

Wali Kota Hadi mengajukan 300 tenaga CPNS. [wiwit agus pribadi]

Belum Terima Aturan Baru Tentang PPPK
Probolinggo, Bhirawa
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi, terkait rencana pemerintah menghentikan atau tidak membuka formasi CPNS untuk guru di tahun 2021. Walau begitu, tahun ini BKPSDM masih mengusulkan formasi guru.
Namun dari 100% hanya 30% saja, sisanya yakni 70% pada formasi PPPK. Pengujuan formasi total, bukan hanya guru sebanyak 600 formasi. Formasi yang jumlahnya banyak itu diajukan karena di tahun sebelumnya belum dilakukan rekrutmen.
Menurut Kepala BKPSDM Kota Probolinggo, Gogol Sujarwo, Selasa (19/1), memang ada rencana pemerintah memutuskan tak akan membuka formasi CPNS di formasi guru pada 2021. Alasannya, selama 20 tahun terakhir telah terjadi ketidakseimbangan sistem distribusi guru antar daerah secara nasional karena pemerintah membuka formasi guru untuk seleksi CPNS.
Meskipun menghentikan pengangkatan guru menjadi CPNS, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta BKN, berencana membuka 1 juta formasi guru berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun ini.
Hanya saja, rencana ini masih belum diketahui secara resmi oleh Gogol. Mengingat, hingga Senin (18/1), belum ada surat resmi dari pusat. Sehingga kemarin masih tetap mengajukan sekitar 600 formasi untuk CPNS. Termasuk Guru dan PPPK di dalamnya.
“Kan harus ada dasar secara resminya. Sampai saat ini kami belum terima, sehingga kami masih ajukan untuk guru namun jumlahnya tidak banyak. Jika dipersentasekan sekitar 30% saja untuk CPNS guru. Sisanya PPPK,” katanya.
Jumlah ini merupakan jumlah dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat untuk tahun 2020 juga tidak ada formasi CPNS. ”Iya jadi angka itu dobel. Lantaran tahun 2020 lalu kan belum ada formasi,” tandasnya.
Diinformasikan Kemendikbud membuka kesempatan bagi guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi PPPK pada 2021. Seleksi dibuka karena berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud, diperkirakan kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta orang, di luar guru PNS yang saat ini mengajar.
Yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi ini adalah guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Dapodik dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar.
Seleksi guru PPPK pada 2021 berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya formasi guru PPPK terbatas, pada 2021 semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi, serta bagi yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Probolinggo, akan semakin berkurang. Sepanjang 2020 – 2021, tercatat ada ratusan PNS yang akan pensiun. Sedangkan tahun 2020 kemarin tidak ada rekrutmen CPNS. Karenanya, Pemkot mengajukan tambahan pegawai cukup banyak.
“Tahun 2020 dan 2021 ini sekitar 100 dan 125 PNS akan pensiun. Sehingga, kami mengajukan formasi untuk tes CPNS tahun 2021 ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional) sebanyak 300 formasi,” papar Gogol.
Gogol juga mengatakan, tahun lalu tidak ada penerimaan CPNS. Proses seleksi kompetensi bidang (SKB) beberapa waktu lalu, merupakan proses tes CPNS untuk tahun pendaftaran 2019. ”Kami sudah mengajukan sejak Agustus, sekitar 300 formasi. Lebih banyak, karena 2 tahun ini digabung untuk formasi CPNS 2021,” jelasnya.
Disinggung formasi apa yang paling banyak dibutuhkan, Gogol menyebutkan tenaga pendidik. ”Tenaga pendidik. Kemudian, juga tenaga medis,” tambahnya. [wap]

Tags: