Pemkot Probolinggo Beri Bonus Cabor-Pelatih-Atlet Berprestasi

Wali kota Hadi serahkan bonus pada atlit berprestasi.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Tak Ada Kompetisi, Minta Atlet Berlatih Mandiri
Kota Probolinggo, Bhirawa
Setidaknya 63 atlet dari 9 cabang olahraga (cabor) berprestasi di Kota Probolinggo mendapatkan bonus uang tunai dari KONI setempat. Bonus tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin kepada perwakilan cabor, pelatih dan atlet di Ruang Transit Kantor Wali Kota.

Untuk cabor berprestasi dapat Rp 3 juta; pelatih Rp 4 juta dan atlet Rp 1,5 juta. Sembilan cabor berprestasi yaitu renang, selam, catur, atletik, bridge, taekwondo, panjat tebing, wushu dan tenis lapangan.

“Pemberian penghargaan ini untuk atlet, pelatih dan cabor yang berprestasi tahun 2019. Ada 63 atlet dari 9 cabor. Mereka berprestasi baik di event kejurda, kejurwil dan kejurnas,” ujar Ketua KONI Kota Probolinggo Siswadi, Jum’at (17/7).
Wali Kota Habib Hadi menyampaikan apresiasinya kepada perwakilan atlet, pelatih, cabor dan KONI karena sudah menjadi kebanggaan warga Kota Probolinggo. Ia juga berterimakasih atas upaya KONI yang terus menerus mencetak generasi muda, menampung bakat olahraga prestasi yang dimiliki anak-anak Kota Probolinggo.

“Kondisi saat ini membuat apa yang sudah direncanakan pada tahun 2020 tidak bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Selain pandemi COVID 19 juga ada pengurangan anggaran. Sejak Maret 2020 ada pengurangan anggaran bagi OPD, lembaga bahkan hibah lainnya,” jelas Habib Hadi.

Kendati demikian, wali kota meminta KONI dapat merubah pola dan terus melatih, sambil menunggu KONI membuat kebijakan agar kegiatan tetap berjalan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Jangan ada multitafsir kalau pemerintah kota dan KONI tidak care. Tapi, karena situasi dan kondisinya memang begini. Cabor, pelatih dan atlet harus bisa saling memahami. Namun saya berharap KONI tidak kehilangan bibit-bibit atlet unggulan,” terang wali kota.

Pada kesempatan itu, Habib Hadi juga mengingatkan KONI agar kembali membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo agar siswa berprestasi dapat bersekolah di tempat yang diinginkan.

“Itu harapan saya, agar adik-adik yang punya prestasi ini sekolah di tempat yang diinginkan dengan jalur prestasinya. Karena prestasi mereka juga patut diapresiasi,” pesan wali kota yang ingin segera punya meja untuk tempat atlet catur berlatih di rumah dinasnya.

Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran agar cabang olahraga (cabor) tidak melaksanakan kegiatan keorganisasian selama pandemi covid 19. Namun, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Probolinggo tetap meminta atletnya menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya dengan berlatih sendiri.

Sekretaris PSSI Kota Probolinggo Imam Suliono, Jum’at 17/7/2020 mengatakan, sejauh ini belum ada kabar soal diadakannya kompetisi untuk Liga III. Malah, kabar terbaru, KONI Jatim mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan larangan cabor melakukan kegiatan keorganisasian sampai ada kabar lanjutan.

Karenanya, dipastikan kompetisi dan kegiatan lainnya tahun ini belum jelas. Melihat itu, Imam meminta para atlet tetap melakukan latihan mandiri. Mengingat, saat ini sangat bagus jika dimanfaatkan untuk tetap menjaga kebugaran fisik. Terlebih jika ditingkatkan, sehingga jika nanti ada kompetisi atlet siap kapan saja.

“Menjaga kebugaran fisik, selain penting untuk para atlet, juga untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19. Sebab, jika tubuh dalam kondisi sehat dan bagus, serta dibarengi dengan menjaga kebersihan, kemungkinan tertular virus kecil,” jelasnya.

Menurutnya, demi mencapai performa yang maksimal, perlu adanya loyalitas dan semangat yang tinggi. Semangat itu harus berasal dari diri sendiri. Ia mencontohkan, jika misalnya sudah ada kompetisi yang akan berlangsung 3-4 bulan dan atlet baru mempersiapkan fisiknya, akan kurang maksimal.

“Jika memang jiwa untuk menjadi atlet sangat tinggi, saya yakin tidak perlu menunggu kompetisi. Saat ini pun (tak ada kompetisi), atlet harus terus meningkatkan kondisi fisik dan mentalnya. Sehingga, capaiannya akan lebih baik lagi, tambah Imam.(Wap)

Tags: