Pemkot Probolinggo Masih Melarang PTM Digelar

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin melarang PTM yang pernah diuji coba. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Semakin banyaknya warga yang terkonfirmasi postif Covid 19, membuat Pemkot Probolinggo melarang digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal ini untuk melindungi masyarakat dari virus asal Wuhan, Tiongkok.
Menurut Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, Kamis (26/11) kemarin, melihat kondisi selama ini belum bisa digelar PTM. Karena, jumlah pasien positif Covid 19 masih terus bertambah. Meski selama ini sudah adaptasi kebiasaan baru.
Habib Hadi juga masih mempertimbangkan soal wacana PTM pada awal Januari tahun depan. Fokusnya adalah kesehatan masyarakat. Jika harus menggelar PTM yang kebijakannya diserahkan kepada masing-masing daerah. Kota Probolinggo tidak akan menggelar PTM. Sebab, risikonya sangat besar sekali.
Menurutnya, meski belakangan Kota Probolinggo berubah menjadi zona kuning dalam penyebaran Covid 19, pihaknya tetap tidak akan menggelar PTM. Alasannya, potensi penularan Virus Corona sangat tinggi. Jika ada seorang murid tertular, pasti akan menulari seluruh keluarganya. ”Selain itu, jika anak dikarantina, masah si anak akan ditinggal sendiri. Paling tidak juga akan bersama dengan orang tuanya,” kata Hadi.
Dari hasil survei memang banyak wali murid yang menginginkan segera dilaksanakan PTM. Begitu juga dengan para pelajar. Karena pembelajaran di sekolah bersama dengan rekan sebaya jauh lebih menyenangkan dibanding belajar di rumah. Namun, dari segi keamanan dari potensi penularan Covid 19, pembelajaran di rumah jelas lebih baik.
Karenanya, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap patuh dan menerapkan protokol Kesehatan. Mulai dari masker, menjaga jarak, dan syringe menggunakan tangan menggunakan sabun. Daripada kesehatan masyarakat terancam, lebih baik tidak. Ini juga langkah proteksi Pemkot Probolinggo terhadap tenaga kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid 19.
Diketahui, sampai kemarin jumlah postifi pasien Covid-19 di Kota Probolinggo, mencapai 748 orang. Dari jumlah itu, 634 pasien sudah sembuh; 61 pasien masih menjalani perawatan; dan 53 pasien meninggal dunia.
Pemkot Probolinggo menunda pelaksanaan PTM sesuai arahan pemerintah pusat. Alasannya, kasus Covid 19 belum sepenuhnya hilang. Dikhawatirkan, begitu PTM digelar, banyak siswa terpapar dan Covid 19 kembali tinggi.
“Jadi kami masih melarang PTM, meski survei dari guru dan orang tua siswa banyak yang menginginkan PTM Digelar,” ungkapnya.
Diketahui pemerintah telah membuka peluang PTM pada awal Januari 2021 mendatang. Namun, kebijakan ini dikembalikan ke daerah masing-masing. Mereka bisa mengikuti atau bahkan mengambil kebijakan lain. [wap]

Tags: