Pemkot Segera Bangun Tiga Lapangan di Komplek GBT

Pemkot Surabaya berencana membangun tiga lapangan sepak bola di sebelah timur Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). [zaenal ibad]

Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya berencana membangun tiga lapangan sepak bola di sebelah timur Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pembangunan lapangan skunder itu sebagai penunjang untuk menyambut pergelaran Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.
Seperti yang diketahui, Stadion GBT memang menjadi salah satu kandidat untuk digunakan pada Piala Dunia U-20. Tak hanya itu, pembangunan lapangan penunjang itu juga akan disewakan ke klub-klub asing yang sering menggelar latihan di Asia Tenggara saat musim dingin tiba.
“Kalau tiga lapangan itu dibangun di (samping) Stadion Gelora Bung Tomo, itu nanti bisa ditawarkan ke klub asing, saat Negara – negara di luar negeri itu memasuki musim dingin. Biasanya klup asing itu melakukan latihan di negara-negara Asia Tenggara,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rabu (13/11) kemarin.
Menurut Risma, saat memasuki musim dingin, biasanya klub-klub asing melakukan training camp di Asia Tenggara. Namun, karena stadion – stadion di Indonesia tidak memiliki lapangan penunjang yang berdampingan dengan stadion utama, klub – klub asing memilih Thailand dan Malaysia untuk menggelar latihan. ”Apalagi kata Mbak Ratu Tisha (Sekjen PSSI), selama ini ada tawaran dari klub asing, dia butuh tempat latihan ntuk bisa berlatih di Indonesia saat musim dingin,” ujar Risma.
Karena itu, Risma ingin agar Surabaya bisa menjadi pilihan klub – klub asing yang memiliki pemain tingkat dunia bisa berlatih di Kota Pahlawan. Dengan demikian, dia berharap Surabaya bisa semakin dikenal di dunia internasional, termasuk menjadi kota yang ramah terhadap para pemain sepak bola dunia.
Risma optimistis ke depan bakal ada klub asing yang memilih berlatih di Surabaya. Sebab, Risma mengaku sudah dijanjikan Sekjen PSSI Ratu Tisha untuk membantu menawarkan penyewaan tempat latihan sepak bola di kompleks Stadion GBT kepada klub-klub di luar negeri.
“Jadi ini, kita bangun lapangan ini sekalian nanti kita sewakan dan tawarkan. Bu Ratu Tisha juga berjanji akan bantu tawarkan,” kata dia.
Risma menambahkan, pembangunan lapangan penunjang itu diklaim tidak akan memakan waktu yang panjang. Ia memastikan, sebelum FIFA turun ke Surabaya untuk melakukan evaluasi persiapan Piala Dunia U-20, lapangan penunjang itu sudah rampung.
“Pembangunannya enggak lama, yang penting standar FIFA, lampunya 800 lux, ada ruang ganti dan toilet. Kemudian, ada bench pemain dan penutup pagar karena lapangan tempat latihan harus tertutup,” tutur Risma.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan, lapangan yang akan dibangun oleh pemkot sudah sesuai dengan standar FIFA. ”FIFA memberi kami list, ya standar lapangan itu. Kami bangun sesuai ketentuan FIFA,” katanya.
Eri menargetkan, klub-klub Eropa bisa datang ke Surabaya dan menggunakan stadion tersebut untuk menjalani training camp saat jeda musim panas. Sehingga nama Surabaya bisa dikenal ke seluruh penjuru dunia. “Ya kami pinginnya setelah itu bisa digunakan untuk acara lain. Misalnya klub-klub Eropa juga kesini kalau bisa. Kan sudah sesuai standar FIFA,” katanya.
Eri menargetkan, pada pertengahan 2020 lapangan dan fasilitas pendukung sudah selesai dibangun. Artinya, sebelum Piala Dunia U-20 2021, bisa digelar pertandingan uji coba antara klub Surabaya (Persebaya) atau klub lain melawan tim-tim Eropa di lapangan untuk latihan di sekitar kompleks Stadion GBT itu. [iib]

Tags: