Pemkot Surabaya Pantau Khusus Warganya Datang dari Tiongkok

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Surabaya Febria Rachmanita

Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya membuat langkah khusus guna menyambut kedatangan WNI dari Tiongkok yang berasal dari Kota Pahlawan. Pemkot akan memantau secara intens kondisi warganya yang baru kembali dari daerah terjangkit virus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita memastikan, pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala setiap hari selama dua minggu berturut-turut. Pemantauan itu dilakukan dengan mengunjungi langsung ke rumah mereka.
“Jadi pihak puskesmas khususnya dokter akan berkunjung langsung ke rumah lalu memeriksa keadaannya setiap hari selama dua minggu berturut-turut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi virus corona,” kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita, Minggu (2/2).
Feni menjelaskan, data WNI yang dipulangkan ke Indonesia sekitar 250 orang. Namun, pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut berapa jumlah warga Kota Surabaya. “Jadi kami belum mendapat data pastinya, namun tetap semua itu dalam pantauan kami warga Surabaya,” jelasnya.
Kendati demikian, Febria menyatakan, jika ada warga yang baru pulang dari negara yang terjangkit virus corona, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka. Salah satunya melalui petugas kesehatan di Puskesmas dengan cara berkunjung ke rumah warga tersebut. “Meskipun sudah dilakukan pengecekan saat di bandara atau pelabuhan oleh pihak KKP 1 Surabaya. Biar semuanya clear,” ungkapnya.
Namun begitu, Feni berpesan kepada warga Kota Surabaya agar tidak perlu panik. Sebab, Kota Surabaya aman terhadap penyebaran virus corona. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga sistem imun tubuh melalui makan-makanan gizi seimbang. Jika ada yang sakit batuk, pilek segera berobat ke Puskesmas terdekat. “Jangan lupa cuci tangan itu nomor satu. Lalu yang tidak kalah pentingnya adalah berperilaku hidup bersih,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI, Polri telah menjemput WNI yang ada di Wuhan, China. Sebelum penjemputan mereka terlebih dahulu akan diperiksa kesehatan sebelum diterbangkan ke Indonesia.
Budi menjelaskan, setelah tiba di Indonesia, para WNI tersebut akan ditransitkan terlebih dahulu di kepulauan Riau, tepatnya di Natuna untuk diinkubasi selama 2 kali. Artinya, satu kali masa inkubasi adalah 14 hari, jadi total masa inkubasinya selama 28 hari.
“Jadi kami memastikan waktunya terlampaui baru mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Kami harap keluarga tidak usah panik. Jadi setiap orang yang baru pulang dari daerah terjangkit akan dilakukan pemeriksaan,” terangnya. [iib]

Tags: