Pemprov Berikan Taliasih ke 600 Tagana

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dengan dicabutnya status darurat erupsi Gunung Kelud oleh Gubernur Jawaq Timur, Posko Induk Bencana Kelud di Gedung Negara Grahadi juga menutup aktifitasnya. Sekitar 600 Tagana yang diterjunkan Pmeprov jatim untuk menangani dampak erupsi gunung Gunung Kelud juga telah ditarik ke basisnya di Surabaya.
Untuk mengapresiasi tugas tagana yang bernaung di bawah Dinsos Jatim ini, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH MHum memberikan taliasih .  Ada 600 tagana yang menerima taliasih yang nilainya berkisar Rp493.500 per orangnya terhitung saat turun langsung melakukan penanganan terhadap korban kelud diantaranya membangun dapur umum.
“Pemprov Jatim memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para relawan Tagana ini. Mereka bekerja dengan cukup baik. Saya harapkan jangan melihat dari besaran nilai taliasih ini. Memang besaran dari taliasih ini kurang pantas. Tapi inilah yang bisa diberikan pemerintah. Semoga ke depannya nilainya lebih baik lagi. Memang kurang pantas kalau diberikan sedikit,” kata Asisten III Bidang Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Jatim, Asyhar di kantor Dinsos Jatim, Kamis (20/3).
Ia mengharapkan, ke depan Biro Kesejahteraan Rakyat turut memberikan dukungan terhadap perjuangan dari para relawan yang ada di Jatim, salah satunya Tagana. Kendati banyak relawan di Jatim dibawah Dinas Sosial Jatim dan Kementerian Sosial RI seperti TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Karang Taruna, hingga PSM (Pekerja Sosial Masyarakat).
Sementara, Kepala Dinsos Jatim, Drs Sudjono mengatakan, tagana merupakan relawan sosial yang sudah terlatih atau tenaga kesejahteraan sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana. Tugasnya dan fungsinya mulai dari pra bencana, tanggap darurat, dan paska bencana.
“Tagana mempunyai karakter yang luar biasa. Kepeduliannya juga cukup tinggi dalam membantu sesama. Sikap seperti ini harus tetap harus dipertahankan. Untuk itu, ke depan ada pertemuan lagi untuk pemberian taliasih dari Gubernur dan Kementerian Sosial yang tentunya diagendakan dalam sebuah kegiatan,” katanya.
Seperti diketahui, Dinas Sosial Jatim dan Tagana Jatim dalam penanganan korban erupsi gunung Kelud telah melaksanakan fungsinya yaitu pendistribusian bantuan dan membuka posko dapur umum lapangan pelayanan pengungsi di tujuh kabupaten/kota.
Tagana mulai turun sejak 14 -23 Februari di tujuh kabupaten/kota seperti Kabupaten Kediri di Kecamatan Kepung, Desa Pojok Kecamatan Wates, dan Desa Puncu Kecamatan Puncu menurunkan 170 tagana.
Selanjutnya, di Kota Kediri di kantor Dinsos Kota Kediri diisi 24 Tagana, Kabupaten Malang di Kop Sea Pujon sebanyak 122 tagana, Kota Batu di gedung Ganesa sebanyak 90 tagana, Kabupaten Blitar di Desa Gandusari Kecamatan Nglegok sebanyak 113 tagana, Kabupaten Tulungagung di Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan sbeanyak 52 tagana, dan Kabupaten Jombang di Desa Ngoro Kecamatan Ngoro sebanyak 29 tagana.
Selanjutnya, tugas Tagana diperpanjang mulai 24 februari-11 Maret di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Kediri Kecamatan Kepung dan Desa Puncu Kecamatan Puncu, dan Kabupaten Malang di Kop Sae Pujon.
Sebelumnya, dalam proses penanganan korban kelud ternyata baru diketahui ada salah satu anggota tagana asal Kota Blitar, Dewi Wijayanti yang meninggal dunia dikarenakan gangguan pernafasan. Kadinsos Jatim telah memberikan apresiasi dan jasanya, bendera merah putih dan baju korsa dikembalikan pada suami almarhum “Semangatnya dan kepeduliannya memang tinggi, sampai tidak merasakan sakit,” kata salah satu Tagana Jatim, Ita Listyani.  [rac]

 

Tags: