Pemprov Fasilitasi Polemik Pembukaan Bundaran Pondok Tjandra

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung Bundaran Pondok Tjandra yang berada paling ujung selatan Jalan MERR Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Polemik pembukaan Bundaran Pondok Tjandra tampaknya akan segera berakhir setelah Pemprov Jatim ikut turun tangan memfasilitasi permasalahan ini. Pembukaan Bundaran Pondok Tjandra ini sangat penting, karena akan memperlancar kendaraan dari dan menuju exit toll Tambak Sumur Sidoarjo menuju Jembatan MERR Surabaya, serta dari akses MERR menuju Jalan Tol Tambak Sumur.
Guna mengurai masalah itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak bersama Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan SIK MM, Kabag Binops, dan Kasubid Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Kasatlantas Polrestabes Surabaya dan Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Pewakilan Taman Pondok Tjandra serta Dishub Provinsi Jatim mau melakukan peninjauan langsung di sekitar Bundaran Pondok Tjandra di Exitt Toll Tambak Sumur, Kamis (6/1).
Setelah dilakukan pembicaraan dengan berbagai pihak, dapat diambil kesepakatan pada 12 Februari 2020 akses Bundaran Pondok Tjandra akan dibuka tanpa harus melewati daerah Taman Pondok Tjandra Indah. Kemudian, kendaraan yang dari arah turun toll tambak sumur via Bandara Juanda bisa langsung lurus ke arah Wadung Asri atau belok ke kanan menuju Kota Surabaya lewat akses Jalan MERR melewati bundaran Taman Pondok Tjandra.
Emil mengatakan, setelah dibuka akses jalan dari Bundaran Taman Pondok Tjandra tersebut, diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat, barang dan jasa. “Dishub Jatim, Dirlantas Polda Jatim, Dishub Surabaya dan Dishub Sidoarjo serta Pondok Tjandra telah mencapai kesepakatan pada tanggal 12 Februari 2020. Untuk itu, pihak kepolisian juga akan melakukan evaluasi sekaligus akan melakukan rekayasa lalu lintas,” tegasnya.
Emil menegaskan, bahwa Sidoarjo maupun Surabaya merupakan bagian pengungkit ekonomi Jatim terutama yang berada dikawasan Gerbangkertasusila. “Surabaya-Sidoarjo-Gresik tidak bisa dipisahkan. Ketiga kawasan ini harus terhubung satu sama lain. Kita juga membayangkan setelah ketiga daerah ini terhubung akan mengintegrasikan kendaraan umum bisa dirintis yang selama ini bertumpu pada kendaraan pribadi,” terangnya. [iib]

Tags: