Pemprov Jatim Berharap Tol Probolinggo-Lumajang Segera Terealisasi

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pemprov Jatim berharap agar rencana pembangunan ruas tol Probolinggo-Lumajang bisa segera terealisasi. Dengan terbangunnya tol sepanjang 28 kilometer ini nantinya diharapkan akan mendongkrak perekonomian Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.
Keinginan Pemprov Jatim agar tol ini bisa segera terealisasi karena masuk dalam rencana strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusilo), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan pada 20 November 2019.
“Ada beberapa tol yang akan dibangun sesuai dengan Perpres 80 Tahun 2019. Salah satu yang mendapat atensi khusus agar bisa terbangun adalah tol Probolinggo-Lumajang. Kami berharap tol ini dalam waktu dekat bisa terbangun karena memang sudah sangat dinanti warga Lumajang dan sekitarnya,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, Gatot Sulistyo Hadi, dikonfirmasi, Senin (27/1).
Saat ini, feasibility study pembangunan jalan tol Probolinggo-Lumajang sudah selesai. Selanjutnya membuat detail engineering design (DED) kemudian menentukan investornya.
“Soal investor sudah ada titik temu, tapi belum dituangkan joint operation (JO). Jika sehui Perpres 80 Tahun 2019, pembangunan tol Probolinggo-Lumajang ini membutuhkan anggaran Rp4,7 triliun,” ungkapnya.
Selain tol Probolinggo-Lumajang, ruas tol di Jatim yang juga masuk dalam Perpres 80/2019 adalah tol Probolinggo-Banyuwangi. Lalu tol Kertosono-Kediri-Tulungagung yang pembangunanya untuk mendukung berdirinya bandara.
“Untuk tol Kertosono-Kediri-Tulungagung, yang akan dibangun terlebih dulu atau yang mendapat fokus adalah Kertosono-Kediri langsung ke bandara terlebih dulu. Baru setetelah itu jadi baru lanjut ke Tulungagung. Karena pembangunan tol ini untuk mendukung keberadaan bandara di Kediri,” jelas Gatot.
Tol lain yang masuk dalam Perpres 80/2019 yang juga mendapat atensi adalah exit tol Walikukun perbatasan Ngawi-Sragen. Pembangunan exit tol ini dibangun karena adanya masukan atau usulan daerah khsusunya Kabupaten Ngawi dan Magetan. Pembangunan exit ini membutuhkan anggaran Rp200 miliar.
“Kemudian ada juga pembangunan interchange ruas tol Ngawi-Madiun di Kertoharjo. Pembangunan interchange ini juga berdasarkan usulan dari daerah, khususnya Kabupaten Magetan. Pembangunan interchange ini membutuhkan anggaran Rp50 miliar,” katanya.
Selain itu, juga ada pembangunan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban. Saat ini tol dengan panjang sekitar 160 km ini akan menelan anggaran sebesar Rp23 triliun. Saat ini proyek tol ini masih dalam tahap FS. Selanjutnya tol Gempol-Mojosari-Mojokerto. Tol ini memiliki panjang 38,71 km, dengan anggaran yang dibutuhkan mencapai 4,8 triliun.
“Yang tak kalah juga adalah tol Malang-Kepanjen. Tol ini membutuhkan anggaran Rp5,76 triliun. Tol-tol inilah yang masuk dalam Perpres 80/2019. Semoga bisa segera terealisasi karena nanti jika sudah jadi pasti akan mampu mengungkit perekonomian Jatim,” tandasnya. [iib]

Tags: