Pemprov Jatim Serahkan Penghargaan Bagi Penerbit dan Produsen Karya Rekam Aktif

Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Akhmad Jazuli bersama Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas RI, Emyati Tangke Lembang dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat Surtiati Suwardi berfoto bersama penerima penghargaan Penerbit dan Produsen Karya Rekam Aktif Tahun 2023, di Hotel Novotel Samator Surabaya, Senin (27/11).

Pemprov, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki kepedulian terhadap penerbit dan produsen karya rekam, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur memggelar Pemberian Penghargaan Penerbit dan Produsen Karya Rekam Aktif Tahun 2023, di Hotel Novotel Samator, Kota Surabaya, Senin.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, Akhmad Jazuli pada para peraih penghargaan yang terbagi menjadi beberapa kategori yaitu Penerbit OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Jawa Timur, Penerbit OPD Kabupaten/Kota, Penerbit Pemerintah Pusat/Lembaga/BUMN, Penerbit Swasta dan Penerbit Perguruan Tinggi.

Untuk Penghargaaan Kategori Penerbit Swasta diberikan pada Penerbit Ahlimedia Press, Penerbit Zahra Publisher, dan Penerbit Paramarta Trenggalek. Kategori Penerbit Perguruan Tinggi diberikan pada Penerbitan UNIPMA Press (Universitas PGRI Madiun), Pimpinan Penerbitan UMM Press (Universitas Muhamadiyah Malang), dan Kepala LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Penghargaaan Kategori Penerbit Pemerintah Pusat/Lembaga/BUMN diserahkan pada Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (Majalah Lontar Using), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (Laporan Prekonomian), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Timur

Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas RI, Emyati Tangke Lembang dan Wakil Ketua IKAPI Jatim, Moch Abdan Dadang selaku narasumber talkshow sosialisasi UU 13 Tahun 2018.

Penghargaan Kategori Penerbit Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur diserahkan pada Direktur RSUD Or. Soetomo (Buletin Mimbar), Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur (Buletin Potensi), dan Ketua Redaksi Buletin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (DPRD) (Buletin Mimbar Legislatif).

Sedangkan Penghargaan Kategori Penerbit Organisasi Perangkat Daerah Kab/Kota di Jawa Timur diserahkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.

Usai menyerahkan penghargaan, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, Akhmad Jazuli mengatakan, Penerbit dan Produsen Karya Rekam adalah partner Pemerintah dalam upaya meningkatkan kegemaran membaca masyarakat.

Disampaikannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengidentifikasi, mendaftar, mengumpuikan, mengelola, melayankan dan melestarikan bahan perpustakaan, tetapi penerbit dan produsen karya rekam yang membuatnya.

“Pemerintah sangat berterima kasih kepada semua Penerbit dan Produsen Karya Rekam, baik sebagai perorangan, atau lembaga dan semua pihak yang konsisten dalam upaya membuat bahan perpustakaan, baik tercetak maupun terekam, ” kata Jazuli.

Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Akhmad Jazuli bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat Surtiati Suwardi berfoto bersama seluruh undangan san narasumber.

Ia memaparkan, berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional RI, pada tahun 2020, terdapat 144.793 judul buku yang diterbitkan dan mendapat Internasional Standard Book Number (ISBN). Jika dibandingkan dengan Amerika yang menerbitkan 304.912 judul (2014), dan Tiongkok, 440.000 judul, maka dapat dikatakan jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia cukup banyak. Data Perpustakaan Nasional RI menunjukkan terdapat 14.996 judul buku yang mendapat nomor ISBN dari Penerbit Jawa Timur pada tahun 2022.

Bahan perpustakaan seperti buku, majalah, koran, ebook dan lain-lain adalah aspek kunci dalam menumbuhkembangkan tingkat kegemaran membaca. Kegemaran membaca, datangnya dari minat. Minat membaca dapat tumbuh jika tersedia banyak buku dan perpustakaan. Penerbit dan Produsen Karya Rekam membuat buku, sedangkan perpustakaan mengumpulkan, mengelola, dan melayankan kepada masyarakat.

Kita berkolaborasi secara bersama-sama dalam membangun kegemaran dan budaya membaca. Sebagai informasi, sekarang ini terdapat 27.866 perpustakaan di Jawa Timur, terdiri dari 78 perpustakaan umum, 3.668 perpustakaan desa/kelurahan, 17.862 perpustakaan sekolah.

Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Akhmad Jazuli menyerahkan penghargaan pada Penerbit OPD Provinsi Jatim.

Selanjutnya 4.378 perpustakaan rumah ibadah, 529 perpustakaan dinas/instansi, 305 perpustakaan perguruan tinggi, dan 1.046 perpustakaan pondok pesantren. Dari jumlah tersebut, 2.096 perpustakaan telah diakreditasi. Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak.

Ia menambahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur berfungsi sebagai lembaga pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi. Sehubungan dengan fungsi pelestarian, Disperpusip Provinsi Jawa Timur adalah perpustakaan deposit, yaitu perpustakaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menghimpun, mengelola dan melestarikan semua bahan perpustakaan tercetak dan terekam yang diterbitkan di Jawa Timur, atau diterbitkan di wilayah lain yang membahas tentang Jawa Timur, berdasarkan amanat UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Sehubungan dengan amanat Undang-undang tersebut, maka Disperpusip Provinsi Jawa Timur telah melakukan pengumpulan dan pengelolaan karya cetak dan karya rekam.

Sampai dengan tahun 2022, telah terkumpul koleksi deposit sebanyak 41.139 judul buku, dan 4.866 judul bahan non-buku, khusus tahun 2022, diterima sebanyak 7.719 judul. Karya cetak dan karya rekam tersebut, diterima, dikelola, disimpan, dirawat dan didayagunakan di bagian pelayanan deposit.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan penghargaaan kepada penerbit baik dari swasta, perguruan tinggi, instansi vertikal dari pusat, OPD Provinsi Jawa Timur, dan OPD Kabupaten/kota yang telah secara aktif dan tertib menyerahkan hasil karya cetak dan karya rekam kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur untuk disimpan, dilestarikan dan didayagunakan, sebagai kepatuhan terhadap amanat UU Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada penerbit yang telah mematuhi amanat undang-undang, “Semoga kepatuhannya membawa manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta ini,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat Surtiati Suwardi menyampaikan, salah satu fungsi penting Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur adalah sebagai perpustakaan deposit, yaitu menyimpan dan melestarikan karya cetak dan karya rekam sesuai ketentuan UU No. 13 tahun 2018. Manfaat dari upaya ini adalah untuk seluruh bangsa Indonesia, termasuk penerbit dan produsen karya rekam.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat Surtiati Suwardi menyerahkan penghargaan pada Penerbit Swasta.

Sebagai contoh, pada tahun 2022, Penerbit Erlangga menemukan buku berjudul : “Pelarian yang tidak punya apa-apa menjadi maharaja,” karya M. Hutauruk, fonder Penerbit Erlangga. . Demikian juga dengan Nirwana Record yang menemukan kembali kaset dan CD lama mereka di koleksi deposit. Ini manfaat yang kita dapatkan bersama dari serah simpan karya cetak dan karya rekam di deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Oleh karena itu, di tahun 2023 ini kami menyelenggarakan kegiatan pemberian penghargaan kepada penerbit dan produsen karya rekam yang aktif melaksanakan amanat UU No. 13 tahun 2018 dalam rangka mendorong upaya kolaborasi dalam melestarikan bahan perpustakaan muatan lokal di Jawa Timur.

Ia juga menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan penghargaan yaitu untuk memberikan apresiasi kepada penerbit atau produsen yang sudah aktif memberikan hasil karyanya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:

”Memberikan motivasi kepada penerbit dan produsen untuk meningkatkan jumlah penerbit dan dan produsen yang menyerahkan hasil Karya Cetak dan Karya Rekam ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur,” kata Tiat.

Dalam kegiatan ini, kata Tiat juga bertujuan membangun persamaan persepsi terhadap implementasi Undang-Undang No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam “Mensosialisasikan peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur sebagai perpustakaan deposit untuk melaksanakan amanat Undang-Undang No. 13 Tahun 2018, sebagai pelaksana dalam menghimpun, menyimpan, melestarikan dan mendayagunakan Karya Cetak dan Karya Rekam di Jawa Timur, ” katanya.

Ditempat yang sama, Redpel Majalah Mimbar RSUD Dr Soetomo Surabaya, Anang Viki Pratama Hadju menyampaikan terimakasih Majalah Mimbar RSUD Dr Soetomo telah meraih penghargaan Penghargaan Penerbit dan Produsen Karya Rekam Aktif Tahun 2023.

Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas RI, Emyati Tangke Lembang menyerahkan penghargaan pada Penerbit Perguruan Tinggi.

Dengan diraihnya penghargaan ini, maka menjadikan semangat bagi Majalah Mimbar agar bisa memberikan edukasi kesehatan yang lebih baik dan bermanfaat untuk gaya hidup masyarakat Jatim. Kami kan akan selalu mencoba berinovasi, ” katanya.

Setelah pemberian penghargaan, dilanjutkan dengan Talkshow Sosialisasi Pelaksanaan UU 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dengan moderator Wahyu Kuncoro Sn, dan dua narasumber Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas RI, Emyati Tangke Lembang dan Wakil Ketua IKAPI Jatim, Moch Abdan Dadang.

Dalam Talkshow, Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas RI, Emyati Tangke memaparkan mengenai serah simpan Karya Cetak Dan Karya Rekam (KCKR), terkait produk hukum, tujuan serah rekam KCKR, peran KCKR, bentuk karya, penyerahan karya, pengelolaan, pendayagunaan, pelestarian, pengawasan hingga penghargaan.

“Disini juga perlu peran serta masyarakat dalam menyerahkan karya yang dihasilkan dan/atau koleksi pribadi kepada Pelaksana Simpan, dan juga membangun budaya literasi dengan cara mendayagunakan Koleksi Serah Simpan dan mengedukasi masyarakat dalam pelaksanaan SS KCKR, “katanya. [rac*]

Tags: