Pemprov Jatim Siapkan Apartemen Hingga Hanggar Layani Pasien Covid-19

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Lonjakan penyebaran virus corona di Jatim mendorong pemerintah semakin intensif melakukan berbagai persiapan dari berbagai kemungkinan yang terjadi. Bahkan, Pemprov Jatim telah mewacanakan penggunaan apartemen sampai hanggar untuk melayani pasien yang teridentifikasi Covid-19.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, saat ini kapasitas ruag isolasi di Jatim mencapai 405 bed. Penyiapan layanan kesehatan itu terus mendapat dukungan baik dari TNI, Polri maupun rumah sakit milik BUMN.
“Jadi sekarang ini 405 bed yang tersedia, dan jika perlu penyiapan tambahan kami mendapat suport yang pada posisi tertentu beberapa tenda rumah sakit milik TNI dan Polri akan disiagakan jika diperlukan untuk proses observasi,” tutur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/3).
Selain tenda darurat, Khofifah juga menyebutkan opsi tempat perawatan lain di antaranya apartemen, tenda layanan kesehatan hingga hanggar pesawat. “Ada yang menyiapkan apartemen baru yang mereka punya, ada hanggar dan tenda layanan kesehatan. Ini akan terus kita kordinasikan agar seluruh kesiapan kita bisa kita lakukan sebaik mungkin,” sambung Khofifah.
Untuk diketahui, perkembangan kasus Corona di Jatim telah mencapai angka 15 orang positif, 72 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 635 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Data tersebut berdasar pendataan yang dilakukan Pemprov Jatim hari ini hingga pukul 16.00. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan setelah sehari sebelumnya jumlah pasien positif corona sebanyak 9 prang, 36 PDP dan 91 ODP.
Selain menyiapkan layanan tambahan untuk pasien Corona, Khofifah juga menjelaskan rencananya dalam men gantisipasi dampak ekonomi akibat virus Corona di Jatim. Pihaknya tengah mengonsolidasikan konsep social safety net (jaminan sosial) bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidupnya dari pendapatan sehari-hari. “Kami sedang mengonsolidasikan konsep social safety net. Bagaimana masyarakat yang kebutuhannya dipenuhi dari incomenya harian. Seperti tukan becak atau PKL yang berjualan di pinggir jalan,” tutur Khofifah.(tam)

Tags: