Pemprov Siapkan Santunan Bagi Korban Meninggal Akibat Covid-19

Kepala Dinas Sosial Jatim, Alwi

Pemprov, Bhirawa
Kementerian Sosial RI menghentikan pemberian santunan bagi korban meninggal akibat Covid-19, terkait hal itu Pemprov Jatim melalui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merespon dengan kebijakan untuk pemberian santunan kematian pada ahli waris senilai Rp 5 Juta per orang.
Upaya ini merupakan bentuk perhatian dan santunan dari pemerintah bagi korban meninggal dunia karena Covid-19. Untuk pemberian santunan korban meninggal Covid-19 pada ahli waris, nantinya yang diprioritaskan pertama bagi yang telah mengajukan permohonan ke Kementerian Sosial RI.
Di Jatim, data hingga 4 Maret 2021, jumlah korban meninggal akibat covid-19 mencapai dari 9.212 orang. Tapi, ahli waris yang sudah mengajukan permohonan untuk mendapat santunan dan diproses hingga adanya penghentian santunan, ada sebanyak 2.144 orang.
“Jadi untuk tahapan pertama yang nantinya mendapatkan santunan sebesar Rp 5 Juta tersebut sebanyak 2,144 orang,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Alwi, Rabu (17/3).
Ia juga mengatakan, kalau setelah tahapan pertama bagi 2.144 orang telah selesai, maka dilanjutkan dengan ahli waris lainnya. “Tentunya dengan memperhatikan ketersediaan anggaran yang ada,” ujarnya.
Untuk bisa segera memproses pencairan santunan tersebut, maka Pemprov Jatim telah melayangkan surat edaran kepada bupati/ wali kota agar segera mengusulkan nama-nama korban akibat covid-19 dari 2.144 orang itu paling lambat 31 Maret 2021 kepada Gubernur Jatim Cq. Dinas Sosial Provinsi Jatim.
Untuk syarat-syaratnya, Alwi mengatakan, kelengkapan persyaratan berupa surat keterangan meninggal Covid-19 dari RS/Puskesmas/Dinas Kesehatan, Surat Keterangan Ahli Waris, Fotocopy Kartu Keluarga Korban dan Ahli Waris, serta Fotocopy Rekening Tabungan yang aktif atas nama Ahli Waris yang ditunjuk.
Disisi lain, Dinsos Jatim sudah memiliki datanya by name by address. Tetapi, Pemprov Jatim ingin ada pengajuan ulang. “Jika 2.144 itu selesai tersantuni, maka kami akan melaksanakan untuk tahap selanjutnya,” katanya.
Alwi juga mengatakan, ada sekitar 7 ribuan lebih korban yang belum mendapatkan santunan. Nantinya, pada tahapan berikutnya akan disesuaikan dengan anggaran dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.
“Dilihat dulu apakah seluruh korban telah tersantuni semua dengan anggaran hingga akhir tahun. Jika tidak bisa selesai tahun ini maka Pemprov Jatim akan ajukan di anggaran Tahun 2022,” katanya.
Ia juga mengatakan, kalau santunan ini akan menggunakan dana bantuan tidak terduga. Semua dana santunan untuk korban covid-19 ini dari APBD Pemerintah Provinsi. “Tapi kalau Pemkab/kota mau menambahkan, kami mempersilakan,” ujarnya. [rac]

Tags: