Pemuda Binaan Dispora Jatim Tembus 10 Besar Asia Pacific

Tarian Kontemporer The Fire Mystical Dress menunjukkan Kayangan Api di Bojonegoro yang ditampilkan di SSEAYP 2016.

Kini Berjuang Meraih Prestasi Young Champions of the Earth Prize PBB
Surabaya, Bhirawa
Ditengah pandemic Covid-19, salah satu pemuda terbaik asal Jatim, Ranitya Nurlita berhasil menembus 10 besar The Young Champions of the Earth 2020 wilayah Asia Pacific. Kini pemuda kelahiran 25 Agustus 1991 Bojonegoro itu diharapkan bisa melangkah diajang memenangkan Young Champions of the Earth Prize – penghargaan lingkungan tertinggi bagi kaum muda PBB.
Hanya saja untuk bisa meraih prestasi tertinggi bagi pemuda level dunia itu tidaklah mudah, sebab di 10 besar tingkat Asia Pacific ia masih harus bersaing dengan pemuda terbaik dunia, seperti Ann Adeline Dumelian dari Filipina, Jayeshkumar Mevada, Purav Desa, Vidyut Mohan Takachar, Nidhi Pant dari (ke empatnya dari India). Kemudian Zahin Rohan Razeen (Bangladesh), Jiannan Zhu (Tiongkok), Xiaoyuan Ren (Tiongkok) dan peserta yang juga asal Indonesia Vania Santoso.
Mereka sudah menyiapkan proyek tentang lingkungan hidup agar bisa meraih juara di Asia Pacific dan bisa melanjutkan prestasi di level dunia atau Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sedangkan proyek andalan dari Ranitya Nurlita adalah menghubungkan dan memberdayakan pemulung dan pengguna yang ingin menjual daur ulang mereka kepada pembeli, menciptakan ekonomi sampah lokal yang efektif dan bertanggung jawab.
Sebelumnya Ranitya Nurlita sudah memiliki sederet prestasi nasional maupun internasional, ia merupakan pemuda berprestasi binaan Dispora Jatim dan pernah mewakili Provinsi Jatim di Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016 yang menunjukkan performa maksimal. Salah satunya dengan mengusung tarian kontempor yang bernama The Fire Mystical Dress yang menunjukkan Kayangan Api di Bojonegoro Jatim.
Ia juga telah menjadi sukarelawan dan aktif dalam pengembangan pemuda dan kegiatan lingkungan selama lebih dari 9 tahun sejak 2011 untuk mengejar mimpinya menjadi seorang Environmentalis Bidang Lingkungan.
Dia memiliki banyak pengalaman dan prestasi nasional dan internasional melalui hasratnya dalam kepemimpinan dan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa Ranitya adalah salah satu contoh orang unik di mana soft skill dan kapasitas kepemimpinannya yang kuat.
Penghargaan yang diraih Ranitya adalah, Silver Medal the 5th China College Student “Internet” Innovation and Entrepreneurship Award 2019, Top 10 Finalist Depok Innovation Week (DIW) 2019 “Waste Solution Hub”, Penerima SDG PIPE 2019, Penerima Penghargaan Mahasiswa Inspirasi Tahun 2015 di IPB University, Presentasi Terbaik International Student Conference on Environment and Sustainability (ISCES) by UNEP and Tongji University-Shanghai 2015, the first Alumni Leadership Impact Award (ALIA) East West Center on Environment 2015, Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) on Environmental Issues 2014, Pemenang dari YSEALI Seeds for the Future Grants Competition 2014, Top 20 Youth for Arctic 2015, Program Kreativitas Mahasiswa yang Didanai oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia pada 2013 dan 2014, dan penghargaan lainnya.
Melihat prestasi itulah Dispora Jatim memberikan rekomendasi agar Ranitya mengikuti ajang kompetisi The Young Champions of the Earth 2020. Hasilnya pada 20 Juli UN Environment Programme (UNEP) atau Program Lingkungan PBB mengumumkan dari 845 pelamar, nama Ranitya terpilih sebagai 10 besar kandidat teratas di wilayah Asia-Pasifik.
The Young Champions of The Earth merupakan kompetisi global yang diselenggarakan oleh UNEP bertujuan untuk mengidentifikasi, mendukung, dan menghargai individu luar biasa berusia antara 18 dan 30 tahun.
10 kontestan tersebut dipilih untuk mengembangkan pendekatan baru mereka dalam menangani krisis lingkungan yang paling mendesak di dunia, dengan ide-ide inovatif, yang dapat diskalakan dan inovatif. Mereka termasuk di antara 35 finalis global yang bersaing untuk memenangkan Young Champions of the Earth Prize – penghargaan lingkungan tertinggi bagi kaum muda PBB.
Kemudian, juri global akan memilih tujuh pemenang dari 35 finalis global tersebut, pemenang akan diumumkan pada bulan Desember. Pemenang menerima uang sebesar US $10.000 dalam pendanaan serta dukungan khusus untuk mengimmplementasikan ide-ide mereka.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Supratomo mengaku gembira karena Ranitya berhasil masuk 10 besar. “Semoga Ranitya menjadi yang terbaik se Asia Pacific dan meraih Young Champions of the Earth Prize yang merupakan penghargaan lingkungan tertinggi dari PBB bagi kaum muda,” katanya, Kamis (23/7).
Supratomo juga berharap nantinya Ranitya menjadi role model bagi pemuda Jatim maupun Indonesia untuk meraih prestasi dunia. “Kalau menekuni bidangnya dan aktif bergerak dibidang kepemudaan, maka potensinya akan semakin berkembang dan Dispora akan terus mendorong agar pemuda terus meraih prestasi,” katanya. [Wawan Triyanto]

Tags: