Pemuda GAS Lestarikan Budaya dan Objek Wisata di Bondowoso

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Grup Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Upaya yang lakukan puluhan pemuda yang tergabung dalam Group Apresiasi Seni (GAS) untuk melestarikan budaya, dan mempromosikan sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini patut diacungi jempol.
Pasalnya mereka menggelar Ketoprak Milenial bertemakan “Legenda Batu Solor” yang merupakan kali pertama pada tahun 2020 di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Jum’at malam (31/1).
Pembina GAS Bondowoso, Adi Sunaryadi memaparkan bahwa kegiatan ketoprak tegah dijadwalkan akan roadshow ke 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, hingga bulan April 2020. Kata dia, dalam setiap ketoprak yang diselenggarakan atas kerjasama sanggar dan Disparpora. Tentunya yang akan ditampilkan dengan tema yang berbeda-beda.
“Mulai dari, tema tentang sejarah Bondowoso, Gerbong Maut, hingga beberapa cerita tentang objek wisata,”paparnya.
Menurutnya, hal ini adalah salah satu cara untuk mengungkit, mempromosikan pariwisata melalu cerita-cerita.
“Jadi dua-duanya masuk. Pelestarian seni budaya, dan promosi wisatanya masuk,”kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga Bondowoso itu.
Dalam setiap ketoprak yang ditampilkan, pihaknya sengaja memilih dialog yang menggunakan bahasa anak muda millenial. Namun tetap mempertahankan bahasa daerah. Hal ini dilakukan, agar ketoprak milenial yang membawakan tema sejarah itu, bisa diterima dengan mudah oleh anak muda Bondowoso.
“Ide dasarnya dari situ. Ditengah gencarnya medsos tentu lebih dari luar yang masuk, jadi kita coba mengimbangi dengan cara millenial juga, dengan cara adaptasi kekinian, walaupun kisahnya lalu. Dari segi penggunaan bahasanya dan lain-lain,” jelasnya.
Nantinya, mereka bukan hanya mengenal tentang budaya dan kesenian lokal Bondowoso. Namun juga turut melestarikan dan mempromosikan. [san]

Tags: