Pemutihan Berakhir, Pemprov Jatim Kantongi Pendapatan Rp846,3 Miliar

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pembebasan denda pajak atau pemutihan yang diluncurkan Pemprov Jatim sejak 23 September lalu telah berakhir Sabtu (14/12). Sepanjang pemutihan berjalan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim telah berupaya memberi layanan maksimal hingga berhasil mengantongi pendapatan Rp 846,3 miliar.
Penerimaan tersebut didaptkan dari 1.751.837 wajib pajak yang memanfaatkan pemutihan selama lebih dari dua bulan itu. Kepala Bapenda Jatim Boedi Prijo Soeprajitno menjelaskan, penerimaan pajak yang diterima dari pemutihan tahun ini meningkat signifikan dari tahun lalu. Hasil pemutihan tahun lalu hanya sebesar Rp 546,78 miliar dengan jumlah obyek 1.269.000 wajib pajak.
“Hasil yang maksimal tahun ini tidak lepas dari support ibu gubernur terhadap Bapenda untuk terus meningkatkan layanan kepada wajib pajak,” tutur Boedi Prijo didampingi Kabid Pajak Bapenda Purnomosidi saat dikonfirmasi, Minggu (15/12). Tingginya angka penerimaan ini, lanjut Boedi, sekaligus menandai tingginya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban untuk membayar pajak.
Penerimaan pajak yang mencapai Rp 846,3 miliar selama pemutihan itu terdiri dari tiga jenis pembayaran. Di antaranya ialah pembebasan Bea Balik Nama (BBN) ke-II dari 212.338 wajib pajak sebesar Rp 174,11 miliar, pembebasan denda 36.392 obyek sebesar Rp 13,28 miliar dan daftar ulang 1.503.107 obyek dengan penerimaan sebesar Rp 658,89 miliar.
Boedi mengakui, selama pemutihan pajak berlangsung terdapat potensi penerimaan pajak yang hilang (Lose) karena pembebasan. Lose akibat pemutihan itu sebesar Rp114,84 miliar yang terdiri dari pembebasan BBN-II sebesar Rp 110,7 miliar dan pembebasan denda Rp 4,09 miliar.
Lebih lanjut Boedi menuturkan, tingginya kesadaran wajib pajak harus terus diimbangi dengan kualitas layanan yang baik. Di antaranya ialah dengan mendekatkan dan memudahkan layanan pembayaran pajak kepada wajib pajak. Seperti halnya layanan Payment Point Online Bank (PPOB) di salah satu minimarket yang telah dimanfaatkan 9.330 wajib pajak selama pemutihan. Hasilnya, layanan PPOB tersebut telah berkontribusi terhadap penerimaan sebesar Rp 4,1 miliar.
“Tanpa layanan yang berkualitas dan menyebar luas, kita tidak mungkin dapat optimal melayani masyarakat. Terbukti, pada hari terakhir pemutihan, Sabtu 14 Desember lalu kita mampu melayani 43.509 wajib pajak hanya sampai pukul 11.00 dan jumlah it uterus meningkat hingga malam hari,” tutur Boedi. Peningkatan layanan terhadap wajib pajak, kata dia, menjadi salah satu prioritas yang ditegaskan Gubernur Jatim melalui tagline CETTAR (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif).
Selain penerimaan pajak, pemutihan ini diakui Boedi juga telah berhasil menarik kendaraan dari luar provinsi untuk masuk di Jatim. Selama pemutihan berjalan, sebanyak 19.984 obyek kendaraan dari luar provinsi didaftarkan ke Jatim. Mutasi tersebut terdiri dari 4.935 unit kendaraan roda 2 dan 15.049 unit kendaraan roda 4.
“Kita terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan. Baik yang melalui KB Samsat, Samsat drive thru, PPOB, Samsat Keliling, dan layanan jemput pajak lainnya yang langsung terjun ke masyarakat,” pungkas Boedi. [tam]

Tags: