Penadah Barang Curian Alumni Poso

7-foto B cyn-6-11-Foto Kasat Reskrim saat menggelar pelaku   perampokanKab Malang, Bhirawa
Tim Reserse Buser Polres Malang telah berhasil membekuk salah satu penadah hasil perampokan di rumah Alfin warga Desa Jatijerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, yakni Mulyadi alias Jack (35), di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islam Solukuro, Kabupaten Lamongan, Selasa (4.11). Kasus perampokan tersebut terjadi pada (22/10).
Dalam perampokan tersebut, ungkap Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK, Rabu (5/11), saat menggelar perkara perampokan di Mapolres Malang,  perampok berhasil menjarah 8 buah cincin emas, tiga buah kalung emas, gelang, dan gelang batu giok, serta empat buah HP, satu buah tablet Samsung Galaxy Note 10 Inchi, TV LG 32 Inchi, PS3 dengan total kerugian diperkirakan sebesar Rp 50 juta.
Sementara, kata dia, Mulyadi itu pemilik counter HP di wilayah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dari tangan tersangka petugas menyita empat buah Hand Phone (HP), satu buah Sambung Tab 10 inchi, dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu dan buku-buku jihad. “Saat dalam pemeriksaan kami, tersangka mengaku barang-barang tersebut dibeli dari orang yang biasanya mendatangi counternya,” jelasnya.
Menurut Wahyu, tersangka membeli barang-barang curian itu seharga Rp 5,5 juta, namun dia tidak mengenal siapa nama penjualnya, tapi dia sering datang ke counternya untuk tukar tambah HP hingga menanyakan harga satu persatu merk HP. Masih dikatakan Kasat Reskrim, tersangka terpaksa membeli beberapa HP itu, lantaran terpaksa karena ada pesanan dari temannya yang juga pemilik counter di wilayah Wajak.
Diterangkan, dirinya juga terkejut ketika anggotanya selain menyita beberapa HP, juga menyita buku-buku jihad. Dari buku jihad tersebut, terungkap tersangka Mulyadi pernah berada di Poso, Sulawesi Tengah, tahun 2007 hingga 2008. Di buku hariannya juga terdapat foto-foto pelaku Bom Bali II Amrozi dan Ali Ghufron, serta foto-foto anggota Mujahidin, Afghanistan.
Sehingga dengan menyita buku jihad, tegas Wahyu, maka untuk mendalami apakah Mulyadi juga sebagai jaringan teroris atau bukan, pihaknya telah melibatkan Densus 88 Anti Teror dari Polda Jawa Timur (Jatim). “Tapi saat kami tanya apakah kamu juga anggota jamaah Islam garis keras? Ia menjawab, jika dirinya saat berada di Poso hanya sebagai guru ngaji. Sedangkan buku-buku jihad yang kami sita sebagai barang bukti (BB), tidak diakui tersangka jika itu miliknya,” paparnya.
Karena tersangka mengaku pernah di Poso, dan menyimpan buku-buku jihad, kata dia, maka akan kita kembangkan, bisa saja kemungkinan Mulyadi itu juga terlibat dalam jaringan teroris. Sehingga untuk mengetahui apakah ia terlibat jaringan tetoris atau tidak, kita tunggu menyelidikan dari Polda Jatim, karena itu kewenangan Polda.
“Tersangka kami jebloskan ke sel tahanan Polres Malang, karena dalam kasus sebagai penadah barang curian. Sedangkan terkait ada dugaan tersangka masuk jaringan teroris atau bukan, kita masih menunggu penyelidikan dari Polda Jatim,” tegas Wahyu, yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Rekrim Polres Tuban ini. [cyn]

Keterangan Foto : Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat (kiri) saat menggelar tersangka perampokan, di Mapolres Malang. [cyn/Bhirawa]

Rate this article!
Tags: