Penanganan PHK PT Sampoerna Sesuai Ketentuan

Edi-PDisnakertransduk Jatim, Bhirawa
Disnakertransduk Jatim menganggap ada itikad baik PT HM Sampoerna dalam menangani Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) dengan memberikan pembekalan pada 4.900 karyawan yang diberhentikannya. Tindakan itu dinilai sudah sepaham dengan program Disnakertransduk Jatim dalam menangani korban PHK.
“Selain itu karyawan harus mendapat bimbingan untuk memastikan tetap bekerja dan menghindari pengangguran,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Edi Purwinarto.
Perusahaan rokok terbesar ini juga memberikan bantuan kompor dan wajan ini diharapkan menjadi modal wirausaha ringan seperti pembuatan bakso dan keripik. Disnakertransduk Jatim meminta Disnaker setempat membantu para bekas buruh mendapatkan tempat di sentra-sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (MKM) di Kabupaten Lumajang.
Selain itu, Edi meminta harus ada pembekalan motivasi, manajemen keuangan, dan kewirausahaan yang diberikan, Disnaker Kabupaten Jember dan Lumajang melakukan pendampingan per individu selama proses alih kerja tanpa batas waktu. “Minimal satu bulan sekali ada evaluasi,” katanya.
Peran Dinas Koperasi UMKM dan Dinas Perindustrian di Jember dan Lumajang pun diharapkan berperan aktif. Bagi bekas buruh Sampoerna yang ingin berwiraswata, Edi berharap dipermudah Bank Jatim dan Bank UMKM Jawa Timur.
Sebelumnya Disnakertransduk Jatim juga membentuk posko khusus korban PHK. Untuk itu, masyarakat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) ke depan tidak perlu khawatir kalau tidak bisa bekerja kembali.
Kepala Disnakertransduk Jatim, Edi Purwinarto mengatakan, keberadaan posko khusus korban PHK ini untuk mengurangi adanya dampak timbulnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timut.
“Namanya programnya yaitu Pengantar Alih Kerja. Korban PHK nantinya harus diselamatkan dan didampingi lalu dilatih alih kerja. Sehingga, mereka bisa kembali kerja untuk bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarga,” kata Edi.
Untuk mewadahi hal itu, lanjut Edi, pihaknya juga terus melangsungkan membangun mitra dan jaringan lainnya diantaranya perusahaan-perusahaan lain. Harapannya, selain nanti korban PHK dibantu melalui APBD, maka perusahaan lain diharapkan bisa membantu secara langsung.
“Kami juga terus rapatkan dengan serikat pekerja,” tandasnya.  [rac]

Keterangan Foto : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Edi Purwinarto. [rac/bhirawa]

Tags: