Penanganan Stunting di Trenggalek Semakin Baik

Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin melakukan monitoring dan pengawasan penanganan stunting di Trenggalek.

Trenggalek Bhirawa
Kerja keras Pemkab Trenggalek dan beberapa elemen masyarakat untuk menangani masalah stunting menuai hasil cukup menggembirakan. Data dari Dinas Kesehatan setempat, mulai tahun 2017 hingga 2018 ada peningkatan prestasi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi bagi anak-anak itu.
Untuk melihat perkembangan penanganan kasus stunting, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin melakukan monitoring dan pengawasan penanganan stunting di Trenggalek tersebut, Senin (24/2).
Arumni melakukan lawatan ke sejumlah tempat, untuk meninjau langsung masalah penanganan stunting. Pertama tempat yang dikunjungi adalah Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, , kemudian Rumah Perempuan dan yang terakhir di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.
Dalam kunjungannya, Arumi mengajak semua pengurus PKK Kabupaten se-Bakorwil Jatim, dengan harapan ada sharing pengalaman dan informasi terkait penanganan gagal tumbuh kembang anak ini dengan terjun langsung ke lapangan.
“Kita melakukan monitoring dan evaluasi stunting di 5 Bakorwil di Jatim, namun tidak harus dilakukan di Bakorwil masing-masing. Seperti di Madura, Bakorwilnya kan di Pamekasan, namun pelaksanaannya kita lakukan di Bangkalan dan termasuk sekarang ini di Trenggalek,” ungkap Arumi.
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad yang ikut mendampingi kunjungan kerja Ketua TPP PKK Jatim ini menyambut baik kunjungan ini. Menurutnya, “sebagai tuan rumah, tentunya kami sangat senang dan bahagia, karena menjadi termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Menanggapi terkait permaslahan stunting di Trenggalek, istri Mochamad Nur arifin tersebut menunjukkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Trenggalek yang menunjukkan bawasannya pada tahun 2017-2018 ada peningkatan prestasi penangan stunting. “Berkat kerja keras semua pihak, angka stunting di Trenggalek berhasil ditekan,” imbuhnya.
Memang tidak bisa untuk ditiadakan, namun kita berusaha menekan. Dan hasilnya tahun 2019, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB berhasil meraih penghargaan juara 1 penanganan stunting terbaik, tutupnya. [wek]

Tags: