Pencairan Insentif Guru Ngaji Bondowoso Ikuti Protap Pencegahan Penularan Covid-19

Suasana saat pencairan Insentif guru ngaji Kabupaten Bondowoso di Bank Jatim Cabang Bondowoso. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Kali pertama pencairan insentif guru ngaji di Kabupaten Bondowoso pada Kamis, 30 April 2020 ini, sedikitnya ada sekitar 2.029 penerima yang berasal dari tujuh kecamatan. Yakni diantaranya kecamatan Bondowoso Kota, Tlogosari, Pujer, Wringin, Prajekan, Wonosari, dan Maesan.
Pencairan insentif guru ngaji tahun ini dilaksanakan berbeda dibanding tahun lalu. Yakni, dengan dilaksanakan di masing-masing Kantor Kas, dan Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim. Dengan mengatur jadwal jam setiap desa yang akan mengambil insentif sebesar Rp 1,5 juta itu. Hal ini dilakukan akibat pandemi Corona Virus Disiase atau Covid-19. Sehingga, mekanisme pencairannya harua memperhatikan Protap pencegahan penularan Covid-19.
Pencairan insentif guru ngaji tersebut, dilaksanakan di masing-masing Kantor Kas, dan Kantor Cabang Pembantu. Kecuali pada tiga kecamatan, yakni kecamatan Bondowoso Kota, Tlogosari, dan Pujer yang dipusatkan di Bank Jatim Cabang Bondowoso dengan jumlah mencapai sekitar 1.000 orang.
Penyedia Pelayanan Nasabah, Bank Jatim Cabang, Resti Prarasti menerangkan, mekanisme pencairan dilaksanakan dengan tetap mengacu pada pencegahan penularan virus corona atau Covid-19. Yakni, diwajibkan menggunakan masker, juga ada thermo gun, cuci tangan, masuk bilik sterilisasi, memperhatikan social distancing, serta di setiap teller juga telah diberi pembatas kaca.
“Bahkan di dekat teller juga kita siapkan handzanitiser juga,”katanya.
Selain itu kata dia, setiap desa juga diatur jadwal jamnya untuk pencairan insentif dengan delapan teller sesuai kecamatan. Khusus, satu teller diantaranya akan melayani desa yang terlambat dari jadwal jamnya.
Pada pencairan tersebut tampak kerumunan massa di sejumlah titik di luar antrian. Dijelaskan bahwa, pihaknya hanya bisa menghimbau, dan juga telah melakukan sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan pihaknya pun merangkul kepolisian untuk mengatur massa juga. Namun, hal itu perlu kesadaran dari masyarakat. “Tergantung dari kesadaran ya,”urainya.
Dijelaskannya, bahwa sebenarnya jika guru ngaji tak mau datang ke kantor cabang untuk pencairannya pun bisa. Yakni, dengan mencairkan melalui ATM. Hanya saja, banyak lebih memilih datang ke kantor Bank Jatim.
“Sudah ditransfer, tapi disangkanya harus datang. Sama seperti nasabah biasa di depan. Kita hanya menyiapkan, karena sudah masuk ke rekening pribadi,”jelasnya.
Sementara itu di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Bondowoso H Harimas, S.E, M.Si, menerangkan, pencairan insentif tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Dimana pada tahun 2019 lalu, Bank Jatim melakukan jemput bola dengan datang ke kantor-kantor kecamatan.
Diakuinya, saat ini Bank Jatim Cabang Bondowoso bersama Disdikbud sepakat untuk mekanisme pencairan dilaksanakan dengan dipusatkan di kantor-kantor bank jatim. Tak lain, karena pandemi Covid-19 ini. Belum lagi, Bank Jatim juga dalam waktu dekat masih akan mencairkan BLT.
“Dan ini tidak harus diambil hari ini. Bisa yang mereka jadwalnya hari ini, mau diambil satu minggu lagi bisa, diambil besok atau dua hari juga bisa,”ungkapnya.
Adapun jumlah penerima insentif guru ngaji se-Kabupaten Bondowoso tahun ini mencapai 5.621 orang. Yang mana jumlah ini meningkat dari tahun 2019 lalu yang tercatat 5.435 penerima. Dan telah dijadwal untuk masing-masing kecamatan. Mulai dari tanggal 30 April, hingga 4,5,6, dan 8 Mei 2020 mendatang.
“Dan ini tidak harus diambil hari ini. Bisa yang mereka jadwalnya hari ini, mau diambil satu minggu lagi bisa, diambil besok atau dua hari juga bisa,”terangnya.
Sementara itu, salah seorang guru ngaji asal Kecamatan Pujer, Nadira, mengaku bersyukur lantaran insentif telah cair. Karena, uang yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah sudah cair. Apalagi ini di tengah kondisi Covid ini,”ungkap salah satu guru ngaji yang mengaku memiliki 30 santri itu.[san]

Tags: