Pencarian Korban Longsor Nganjuk Terganjal Cuaca

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban tanah longsor Dusun Selopuro. [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Hari ketiga Rabu (17/2), pencarian korban bencana tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos dilanjutkan dibawah cuaca mendung. Selain mengerahkan 350 personil gabungan, tim SAR juga menurunkan enam anjing pelacak untuk mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun tanah longsor.
Informasi terakhir dari Posko Tanggap Darurat hingga pukul 15.00 WIB, Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah laki-laki yang belum bisa diidentifikasi. Proses pencarian langsung dihentikan karena di lokasi musibah longsor turun hujan deras dan dapat membahayakan personil SAR.
Komandan Posko Tanggap Darurat Letkol. Inf. Georgius Luky Ariesta mengatakan, pencarian pada hari ini melibatkan 350 personil yakni dari jajaran TNI, Polri dan relawan yang nantinya masih dibagi menjadi enam sektor. “Pada pencarian hari ini tetap menggunakan 4 unit ekskavator sebagai alat pembongkaran,” kata Letkol Inf Georgius Luky Ariesta.
Masih menurut Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, pihaknya saat ini akan melakukan pemetaan melalui drone, untuk melihat apakah ada kerusakan akibat hujan deras yang terjadi kemarin sore dan malam hari. Ini bertujuan untuk mempermudah langkah pencarian korban dalam melakukan tugasnya.
Lebih lanjut Letkol Inf Georgius Luky Ariesta mejelaskan proses pencarian hari ketiga ini sangat tergantung cuaca di lapangan. Tetapi maksimal waktu pencarian dibatasi hingga pukul 16.00 WIB. Untuk antisipasi terjadinya longsor saat aktivitas pencarian korban berlangsung, telah dibuat tanggul di sisi atas bukit agar air bisa mengalir kesamping dan tim pembongkaran bahan material bangunan bisa bekerja dengan aman.
“Untuk pencarian sangat tergantung oleh cuaca. Kedua, kondisi fisik operator alat berat, karena butuh recovery. Maksimal jam 16.00 WIB kita sudahi karena besok akan dilanjutkan kembali,” ujar Letkol Inf Georgius Luky Ariesta lagi.
Letkol Inf Georgius Luky Ariesta yang juga komandan Kodim 0810 Nganjuk ini berharap pada pencarian hari ketiga ini ada titik terang atas tujuh korban yang masih belum ditemukan. “Semoga dalam pencarian hari ketiga ini korban bisa ditemukan semua dan dapat dievakuasi dengan cepat,” harap Letkol Inf Georgius Luky Ariesta. [ris]

Korban Meninggal:
1. Khazanah – Perempuan – 46
2. Sri Utami – Perempuan – 31 (hamil 4 bulan)
3. Fatim Yulaikah – Perempuan – 29
4. Yatemo – Laki laki – 70
5. Arsy Nendra – Laki laki – 5
6. Friska Ameliya – Perempuan – 16
7. Umi – Perempuan – 21
8. Parmiati – Perempuan – 36
9. Putra – Laki laki – 5
10. Muryanto – Laki Laki – 55
11. Yatini – Perempuan – 41
12. Dimas – Laki laki – 8

Korban Belum Ditemukan:
1. Yono – Laki laki – 40
2. Darimun – Laki laki – 80
3. Muryam – Perempuan – 78
4. Sunarsih – Perempuan – 39
5. Prasetyo – Laki laki – 16
6. Rama – Laki laki – 12
7. Reihan – Laki laki – 4

Tags: